Gub Bingung Kasus Penyertaan Modal BSB

by -

// Giliran BUpati Beltim Basuri yang Diperiksa

PANGKALPINANG – Gubernur Bangka Belitung, Rustam Effendi mengaku bingung dengan penegak hukum yang mempersoalkan penyertaan modal Bank Sumsel Babel (BSB). Apalagi kata Rustam, sejumlah kepala daerah sudah diperiksa terkait hal tersebut.
“Sebenarnya kepala daerah itu sah-sah saja dipanggil, tapi jelasnya kami tidak tau modelnya bagaimana, karena setahu saya tidak ada kerugian negara untuk hal ini,” ungkap Rustam, Selasa (31/3) kemarin. Begitu juga untuk devidennya, menurut Rustam, Bank Sumsel Babel juga sudah mengembalikan deviden yang menjadi hak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel. “Secara tehnis, BPKP yang sudah selesaikan ini, dan devidennya juga sudah dikembalikan,” terang Rustam.
Besarnya deviden yang dikembalikan oleh Bank Sumsel Babel, menurut Rustam memang tidak besar, hanya berkisar Rp 4 miliar dan besarnya deviden yang dikembalikan juga tergantung jumlah saham yang diserahkan Pemprov Babel. “Besar deviden sekitar Rp 4 miliar, dan setiap tahun meningkat sesuai saham yang kita serahkan,” ujarnya.
Saat disinggung apakah dengan permasalahan ini membuat Pemprov Babel berhenti menanamkan modal di Bank Sumsel Babel, Rustam meyakinkan, dalam waktu dekat Pemprov Babel akan membangun bank sendiri. “Kita akan bentuk bank sendiri, dan sekarang kita sedang bentuk tim yang akan kita sandingkan sesuai sandingan komisi dua. Ada beberapa format yang jadi pilihan kita, apa kita akan membesarkan bank yang ada atau kita akan lakukan akuisi bank. Ini akan segera kita bicarakan,” tutupnya.
Sementara, Kejati Babel melangsungkan pemeriksaan Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaja Purnama hingga pukul 15.00 WIB, kemarin (31/3). Menggunakan safari biru tua, Basuri yang tiba sekitar pukul 10.000 WIB ini langsung mendatangi ruangan Pidsus Kejati Babel dan menjalani pemeriksaan. “Siapa yang diperiksa saya kesini cuma datang main-main saja, silahkan saudara menanyakan kejaksannya sekarang oke, ” Kata Basuri singkat. Kasi Penkum Kejati Babel Rindang Onasis, SH menjelaskan, pemeriksaan Basuri terkait penyertaan modal BSB. Ia mengatakan, dari pemeriksaan tersebut pihaknya memberikan beberapa puluh pertanyaan terkait penanaman modal di Bank Sumsel Babel. “Kita periksa yang bersangkutan, terkait kasus Bank Sumsel Babel, sejauh ini bersangkutan kita periksa sementara sebagai saksi,” ucapnya.
Dikatakannya, bahwa sempai sejauh ini pihaknya sudah memanggil satu persatu pimpinan daerah maupun kota dan Provinsi Babel. “Satu persatu pimpinan daerah dan kota maupun pejabat kota sudah kita lakukan pemeriksaan dan hari ini (kemarin) kita telah memeriksa Basuti,” katanya. Lebih jelas Rindang menerangkan bahwa pemeriksaan tersbut hanya seputaran peran para pimpinan daera yang menanam saham ke Bank Sumsel Babel. “Kita menanyakan hanya uang selama ini kemana karena ini ada indikasi dugaan penyimpangan,” pungkasnya.(eza/ode)