Gub Minta Saham PT Timah 10%

by -

PANGKALPINANG – Tak adanya saham Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel) di PT Timah kembali mencuat jelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Timah, Kamis (26/3). Gubernur Babel Rustam Effendi bahkan dengan tegas mengakui jika selama ini, tidak ada jatah saham untuk Babel. Saham itu kata gub, habis terbagi untuk negara sebesar 65%.
“Sisanya sebanyak 35% terlepas bebas. Harusnya kita sebagai daerah penghasil diberi ruang walau hanya 10 atau 5%. Namun ini belum terakomodir,” keluh gub, kemarin (24/3). Padahal kata gub, Babel seharusnya memperoleh itu lantaran Babel sebagai marwahnya. “Kita minta saham timah itu 10% atau 5% untuk kita karena kita sebagai marwahnya, begitu juga untuk lahan-lahan yang ada kita minta PT Timah serahkan ke WPR,” ujarnya.
Rustam juga berharap PT Timah dapat menyelesaikan pembangunan pabrik di Tanjung Ular agar anak perusahaan PT Timah ini dapat menampung para pekerja guna meminimkan angka pengangguran di Babel. “Saya juga minta PT Timah bisa mengembangkan anak perusahaannya untuk menampung pekerja, terserah polanya mau bagaimana, dan ini saya akan sampaikan,” tandasnya.
Sementara terkait pembatasan ekspor, Rustam mengaku hal itu sudah disampaikan dan dilaporkan ke Menteri Perdagangan. “Kesepakatan pembatasan ekspor kemarin sudah saya laporkan ke Menteri Perdagangan, dan apa yang sudah disepakati saya harap ini betul-betul bisa dilakukan dan kita terus pantau perkembangannya,” harapnya seraya berharap ke PT Timah untuk membuat sistem perdagangan lebih teratur, baik rekrutmen pegawai maupun pembagian saham.(eza)