Gub : Rp 3 M untuk Operasi Pasar

by -

PANGKALPINANG-Pemerintah Provinsi Bangka Belitung mengganggarkan dana Rp3 miliar untuk kegiatan operasi pasar guna menekan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. “Kami berupaya menjaga stabilitas harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat selama krisis ekonomi secara global ini,” kata Gubernur Rustam Effendi, Senin (31/8).
Ia mengatakan anggaran operasi pasar ini untuk menekan kenaikan harga beras, gula pasir, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya, akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.”Saat ini kami sedang melakukan pendataan dan survei, bahan pokok apa saja mengalami kenaikan yang memberatkan ekonomi masyarakat kurang mampu,” ujarnya.
Menurut dia anggaran ini murni untuk membantu ekonomi masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokonya.”Saya tidak menginginkan ada isu-isu yang negatif terkait kegiatan operasi pasar ini. OP ini tidak ada kepentingan politik,” ujarnya.
Ia berharap operasi pasar ini dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, sehingga dapat membantu pemerintah pusat dalam menekan inflasi dan memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar yang akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat.”Kegiatan OP ini tidak ada kegiatannya dengan Pilkada di empat kabupaten di daerah ini, tetapi OP ini untuk membantu pemerintah kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi di daerahnya,” ujarnya.
Gub menambahkan, penguatan dolar AS terhadap rupiah belum berpengaruh terhadap peningkatan ekspor komoditas hasil perkebunan dan pertambangan. “Seharusnya menguatnya dolar AS terhadap rupiah menguntungkan petani lada, karet, sawit dan penambang timah, namun kenyataannya tidak karena permintaan pasar dunia yang kurang,” kata Rustam.
Ia menjelaskan saat ini ekspor hasil perkebunan dan penambangan timah ini masih stabil, bahkan cenderung mengalami penurunan karena permintaan pasar dunia kurang.”Saat ini harga balok timah dan lada putih mengalami kenaikan, namun tidak diiringi dengan permintaan pasar yang justeru melesu,” ujarnya.
Ia mengatakan permintaan pasar dunia terhadap komoditas ekspor melesu, karena beberapa negara tujuan ekspor memperketat pembelajaan dolar.Misalnya Amerika Serikat, Yunani, Tiongkok dan negara tujuan ekspor timah dan lada putih lainnya mengurangi pembelanjaan dolar.”Penguatan dolar ini jelas akan menguntung masyarakat, jika permintaan pasar dunia terhadap komoditas daerah ini tinggi,” ujarnya.
Ia berharap permintaan pasar dunia komoditas ekspor ini meningkat, sehingga perekonomian dan daya beli masyarakat akan kembali membaik.”Saat ini perekonomian masyarakat melesu, karena ekspor komoditas lada putih dan balok timah yang masih melesu, jadi diharapkan pengusaha mendorong pasar dunia untuk meningkatkan pembelian komoditas ekspor daerah ini,”ujarnya.(rb/ant)