Gubernur Canangkan Revitalisasi Pertanian

by -

PANGKALPINANG – Gubernur Bangka Belitung (Babel), Rustam Effendi mencanangkan merevitalisasi pertanian untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Negeri Serumpun Sebalai. “Kita sudah mencanangkan revitalisasi pertanian ini untuk meningkatkan ketahanan pangan, mutu dan daya saing komoditas pertanian,” kata Rustam Effendi saat membuka Musrenbang Pertanian, Rabu (18/3).
Ia menjelaskan, revitalisasi pertanian ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami terus berupaya untuk mewujudkan Bangka Belitung yang mandiri, maju, berkeadilan dan berdaya saing berbasis potensi lokal melalui konektivitas perkotaan dan perdesaan,” terangnya.
Untuk mewujudkan itu, kata dia, pada 2016 akan menjadi fokus pembangunan sektor pertanian ini, seperti melalui program pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan, penguatan keterkaitan perdesaan dan perkotaan. Selanjutnya, melalui program pengendalian pemanfaatan ruang serta pengembangan satam emas atau program Rp1 miliar per kecamatan.
“Kami berharap program-program yang telah direncanakan ini, mampu menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan koperasi dan UKM, meningkatkan nilai ekspor dan mampu mengendalikan angka inflasi daerah ini,” harapnya.
Untuk itu, kata dia, diharapkan diperlukan sinergitas, kerja sama, koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota. “Dengan adanya sinergitas antarpemerintah ini, maka masalah-masalah pembangunan pertanian ini akan mudah teratasi,” bebernya.
Rustam menambahkan, ia pun meminta agar pemerintah kabupaten/kota mengoptimalkan 903.450 hektar kawasan pertanian di Babel. “Kami berharap pemanfaatan dan pengelolaan kawasan pertanian ini lebih dioptimalkan, untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” kata Rustam.
Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2014 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW), menetapkan luas kawasan untuk budidaya pertanian seluas 903.450 hektare. Kawasan pertanian tersebut terdiri dari, luas kawasan pertanian tanaman pangan 355.453 hektare, hortikultura 221.512 hektare, perkebunan 316.383 hektare, peternakan 10.102 hektare.
“Potensi peruntukan lahan-lahan tersebut diharapkan dapat dikembangkan dan dikelola menjadi sumber pemenuhan kebutuhan pangan dan sumber pendapatan bagi masyarakat,” imbuhnya.
Berdasarkan data BPS 2013, kata dia, luas areal sawah masih 11.511 hektare, perkebunan 330.999 hektare, usaha ladang pengembalaan 5.986 hektare. “Saat ini, potensi lahan pertanian yang belum dimanfaatkan masih luas, sehingga diharapkan pemerintah kabupaten/kota, stakeholder untuk memanfaatkan potensi lahan tersebut,” lanjut Rustam.
Untuk itu, kata dia, dalam Musrenbang Pertanian ini diharapkan akan tercipta keterpaduan dan peran aktif stakeholder dalam merencanakan program dan anggaran. “Kami berharap masing-masing stakeholder provinsi, kabupaten/kota untuk fokus sehingga pelayanan sektor pertanian dapat lebih terarah dalam menghadapi tantangan global di masa mendatang,” tandasnya. (ant/rb)