Gubernur Kritisi Kondisi Pelabuhan

by -

//Sadai Dibenahi Agar Kapal Tidak Menumpuk di Pangkalbalam

PANGKALPINANG – Plh Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani berharap peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2015 yang jatuh, Kamis (17/9) kemarin, dapat dijadikan stakeholder sebagai momentum bersejarah untuk membenahi fasilitas perhubungan, salah satunya mengembangkan fasilitas pelabuhan.
“Pelabuhan Pangkalbalam dari zaman dulu seperti itulah, maka dengan Kepala Pelindo yang baru  ini kita harap ada perubahan. Sebenarnya pelabuhan ini dangkal, sebentar-sebentar dikeruk. Kalau boleh jujur rugi Pelindo ini, untung uang negara. Apalagi dihalang jembatan yang tidak benar yang membuat kapal menunda. Tapi kita tidak bisa menyalahkan dinas perhubungan yang dulu. Namun salah perencanaan ini harus paham karena telah merugikan masyarakat dan pihak terkait. Pelindo nanti tidak laku nanti, yang laku pembuka pintunya nanti. Yang buka kunci ia yang menentukan, kalau yang buka kunci tidur kapal jadi terbengkalai menunggu.     Maka dari itu saya nilai Jembatan itu, jembatan lebai rugikan Babel. Kalau mau bikin yang tinggi seperti Hongkong jadi kapal bisa masuk. Saya mantan nahkoda saya tahu itu,” ujar Hidayat kepada sejumlah wartawan seusai menjadi inspektur upacara Harhubnas 2015, di Pelabuhan Pangkalbalam, Kamis (17/9) kemarin.
Hidayat menjelaskan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berupaya mengembangkan berbagai fasilitas Pelabuhan Sadai Kabupaten Bangka Selatan. Tujuannya untuk meningkatkan kunjungan kapal kargo dan penumpang di daerah itu.
“Pengembangan Pelabuhan Sadai ini akan mengurangi antrian kapal masuk ke Pelabuhan Pangkalbalam,” imbuhnya.
Pelabuhan Sadai, kata Hidayat belum memadai dan masih bersifat tradisional, sehingga belum bisa disinggahi kapal-kapal berukuran besar.
“Dalam waktu dekat ini kita akan memantau tahapan pengembangan Pelabuhan Sadai. Jangan sampai pengembangan pelabuhan ini tidak terealisasi atau berjalan lambat, karena kurangnya koordinasi pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Ia juga mengeluhkan bahwa aktivitas bongkar muat dan lalu lintas masih terpusat di Pelabuhan Pangkalbalam, sehingga kapal-kapal harus antri sandar di pelabuhan ini.
“Dengan adanya pengembangan Pelabuhan Sadai, maka akan meringankan pelabuhan Pangkalbalam dalam meningkatkan pelayanan kepada perusahaan pelayaran dan masyarakat di daerah ini,” yakinnya.
Selain itu, Ketua DPD Partai Golkar Babel ini juga meyakini pelabuhan Sadai akan mengurangi biaya transportasi barang melalui jalur laut, karena jarak Pelabuhan Sadai dengan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta lebih dekat dibanding Pelabuhan Pangkalbalam.
“Pengembangan pelabuhan ini jelas akan berdampak terhadap pemerataan perekonomian masyarakat. Selama ini perkembangan perekonomian hanya terjadi di Kota Pangkalpinang dan kedepannya Bangka Selatan akan lebih maju seiring  aktivitas pelabuhan yang meningkat,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Babel Huzarni Rani mengatakan bahwa yang menjadi fokus pihaknya dalam waktu dekat akan mengembangkan  pelabuhan di daerah lain juga.     “Jadi yang paling cocok Sadai karena merupakan laut dalam yang tidak tergantung pasang surut laut,” katanya.
Lanjut Huzarni, dari segi waktu pun lebih diuntungkan cepat 6 jam ke Jakarta. Namun persoalannya hubungan darat tambah 2 jam lebih lagi ke pusat  kota. ” Kalau dulu juga dikeluhkan persoalan keamanan, sekarang sudah aman. Jalan pun sudah mulus Sadai ke Pangkalpinang. Kita tidak bisa bergantung dengan pelabuhan Pangkalbalam selamanya karena terkendala pasang surur,” tukasnya. (fiz)