Gubernur Monitoring UN di Belitung

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*UN 2015 Bukan Penentu Kelulusan Siswa

foto B

Foto: Gubernur Babel Rustam Efendi bersama saat meninjau pelaksanaan UN SMAN 1 Tajungpandan

TANJUNGPANDAN- Hari pertama pelaksanaan ujian nasional (UN) di Kabupaten Belitung, Senin (13/4) pagi kemarin, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H Rustam Effendi bersama Bupati Belitung Sahani Saleh, perwakilan dari Inspektorat Jenderal (Irjen) RI dan tim dari Universitas Bangka Belitung (UBB) melakukan monitoring. Rombongan gubernur ini memonitor pelaksanaan UN ke SMKN I, SMAN 2 dan SMAN I Negeri Tanjungpandan Belitung.

Gubernur H Rustam Effendi mengatakan, pelaksanaan ujian nasional pada tahun 2015 ini, bukanlah menjadi syarat atau penentu kelulusan siswa. Dengan demikian, peserta UN dalam menjalankan UN terlihat tanpa beban.
“Namun, ini bukan berarti mereka (peserta UN,red) tidak memaksimalkan diri. Tetap mereka memaksimalkan diri,” kata Gubernur usai melakukan monitoring Senin (13/4) kemarin, di SMA Negeri 2 Tanjungpandan.

Dengan adanya kegiatan monitoring, Gubernur dapat melihat sejauhmana tingkat kualitas pelajar SMA/SMK di Kabupaten Belitung, jika dibandingkan dengan para pelajar yang ada di daerah lain bahkan di nasional.

“Nanti ada solusi barangkali yang akan kita dapatkan untuk evaluasi ke depannya,” ucap Alumni Smansa Tanjungpandan itu.

Baca Juga:  Ekspor Timah Macet?

Khusus di Belitung, kata Rustam, memang belum menggunakan pola tekhnik ujian berbasis komputer. Tetapi, di Bangka Belitung sudah ada tiga sekolah serta di Pangkal Pinang terdapat  dua sekolah.

“Kita harapkan,untuk sekolah di Belitung bisa mengevaluasi dalam persiapan menuju ke sistem itu. Sebab, ini baru kali pertama sehingga persiapan sarana dan parasarana-nya belum siap,” ucap Rustam.

Sedangkan, sekolah lainnya di Sungailiat dan Pangkalpinang juga belum menggunakan sistem tersebut. Sebab, selain waktu penyampaiannya terlalu singkat, juga dibutuhkan prasarananya yang cukup besar.
“Tapi, yang pasti ini adalah merupakan evaluasi kita ke depan. Dan saya percaya, sumber daya tenaga pengajar sudah cukup siap. Tinggal, kita tunggu evaluasinya saja kedepan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, persoalan ujian nasional bagi para pelajar di tingkat SMA/SMK di Kabupaten Belitung saat ini bukan masalah lulus atau tidak lulusnya lagi.

“Sebab, ujian nasional bukan hanya menjadi penentu kelulusan bagi para pelajar SMA/SMK Belitung. Namun, yang dilihat adalah dari segi prestasi dan dari segi pengejaran nilai. Jadi, saya rasa tidak ada persoalan,” kata Bupati.

Baca Juga:  Tolak Diajak Mabok, Emosi, Jadi Tersangka

Ia mengatakan, para pelajar tidak hanya sekadar dituntut untuk kelulusan saja, tetapi mereka juga di uji sejauhmana kemampuan mereka dalam menyerap ilmu yang selama ini telah diajarkan oleh para guru di sekolah.

“Kesiapan siswa sudah siap. Hanya saja, kita pemerintah daerah bukan tidak berani. Tetapi, kita belum siap untuk pengadaan infrastruktur dalam menggunakan tekhnis tes ujian melalui online itu,” terang Bupati.

Bupati berharap, di tahun mendatang seluruh siswa-siswi di Kabupaten Belitung sudah menggunakan sistem ujian secara online tanpa terkecuali.

“Sebab, saat ini belum tentu semuanya siswa paham memainkan komputer. Ini juga merupakan bagian dari sisi lain yang harus di persiapkan,” harapnya.

Kepala Sekolah (Kepsek) Smansa Negeri Tanjungpandan Drs Haryanto menyebutkan, semua siswa-siswi hadir mengikuti ujian nasional ini sebanyak 218 siswa dengan menggunakan 12 ruangan ujian. Mereka mengikuti proses ujian nasional saat ini terlihat tak ada beban sedikitpun.

“Sebab, ujian nasional kali ini tidak dijadikan sebagai syarat kelulusan. Oleh karena itu, mereka (peserta UN,red) mengerjakan dengan enjoy,namun tetap mengerjakan soal ujian dengan baik,” terang Haryanto.(mg2)

Rate this article!
Tags:
author

Author: