Gubernur Selidiki Pengurangan Jatah Raskintis

by -

PANGKALPINANG – Gubernur Bangka Belitung (Babel), Rustam Effendi, segera menyelidiki langsung adanya informasi terkait pengurangan jatah beras miskin gratis (raskintis) yang diterima rumah tangga sasaran (RTS).
“Penyelidikan ini untuk mengambil tindakan hukum dan mengetahui motif oknum petugas mengurangi jatah raskintis yang diterima masyarakat miskin,” kata Rustam Effendi, Selasa (24/2).
Berdasarkan laporan yang diterima, kata dia, kekurangan jatah raskintis yang diterima RTS cukup bervariasi. Ada RTS menerima beras 11 kilogram hingga 13 kilogram, pada hal jatah yang harus mereka terima 15 kilogram per bulan.
“Saya berjanji akan menindak tegas pelaku pengurangan beras ini, karena tindakan ini jelas melanggar hukum dan pelakunya harus mendapat sanksi sesuai peraturan yang berlaku,” terangnya.
Untuk itu, kata dia, diminta seluruh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Babel, kabupaten/kota dan bulog untuk membentuk tim untuk menyelidiki pengurangan beras bersubsidi ini.
“Kami berharap aparat kepolisian ikut membantu melakukan penyelidikan pengurangan atau pengelapan beras untuk warga miskin ini,” imbuhnya.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat khususnya penerima manfaat beras ini untuk melapor jika beras yang diterima kurang. “Kami mengimbau masyarakat melapor untuk memudahkan penyelidikan pengelapan beras ini,” lanjutnya.
Pemprov Babel pada tahun 2015 telah mengganggarkan Rp13 miliar lebih untuk memberi subsidi raskintis untuk masyarakat miskin sebanyak Rp1.600 per satu kilogram beras. Program raskintis ini merupakan salah satu upaya pemerintah provinsi untuk menekan angka kemiskinan dan menjaga stabilitas harga beras di Babel. (ant/rb)