Gubernur Tempatkan Mata-Mata Awasi Kinerja Kepala OPD

by -

PANGKALPINANG – Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman terus melakukan berbagai terobosan. Teranyar, Erzaldi akan menempatkan dua orang mata-mata untuk mengawasi kinerja kepala OPD.

Ditempatkannya dua mata-mata di setiap OPD tersebut merupakan tindaklanjut dari penandatanganan pakta integritas yang dilakukan pejabat eselon 1 & 2 di lingkungan pemprov Bangka Belitung.

Seperti diketahui, sebanyak 49 Pejabat Eselon I dan II di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menandatangani Pakta Integritas, Senin (5/6) kemarin. Penandatanganan berlangsung di Ruang Pasir Padi Lantai III Kantor Gubernur Babel, diawali Sekertaris Daerah Provinsi Babel, Yan Megawandi, kemudian secara bergilir diikuti pejabat eselon II.

Penandatanganan pakta integritas itu disaksikan langsung Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Babel dan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Babel.

“Penandatanganan pakta integritas ini dalam upaya mendorong pejabat eselon I dan II untuk menjalankan fungsi dan tugasnya dengan sebaik-baiknya,” kata Erzaldi usai penandatangan pakta integritas.

Ia menegaskan akan ada konsekuensi sanksi bila pegawai tidak menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Dalam hal ini, Pemprov Babel akan menindak tegas sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Akan disesuaikan dengan aturan sanksinya nanti, misal Kepala OPD tidak mampu menjalankan fungsi dan tugasnya, berarti tidak perlu jadi kepala dinas. Pakta yang sudah ditandatangani, artinya sudah berjanji sama saya. Tidak ada alasan untuk dilanggar,” tegas Erzaldi.

Tindak lanjut dari penandatangan pakta integritas ini, Erzaldi mengintruksikan agar pejabat eselon meneruskan kebawahannya di masing-masing OPD.

“Saya minta diturunkan dari kepala OPD sampai ke bawah. Yang menjadi Pemimpin di OPD-nya maka segera teruskan. Saya akan meminta dua orang sebagai pelapor untuk melapor apapun ketika Kepala tidak sesui dengan Pakta Integritas yang ditandatangani,” jelasnya.

Ditempatkannya dua orang mengawasi kinerja kepala OPD ini, imbuh Erzaldi diharapkan dampak mengoptimalkan kinerja setiap OPD itu sendiri.

“Kita mengontrol diri kita sendiri tidak perlu insepktorat bekerja keras. Ini sistem yang kita buat, semoga sistem ini akan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” harap Erzaldi. (fiz)