Guru SD Dendang Positif Covid-19, Total 21 Warga Beltim Terpapar

by -
Guru SD Dendang Positif Covid-19, Total 21 Warga Beltim Terpapar
Sekda Beltim, Ikhwan Fahrozi.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Warga Desa Nyuruk Kecamatan Dendang Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dinyatakan positif tertular virus Corona atau Covid-19. Perempuan berinisial J (52) merupakan ASN Guru di salah Sekolah Dasar ( SD) Negeri di Kecamatan Dendang.

Kabar penambahan 1 orang pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 disampaikan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Beltim, Ikhwan Fahrozi dalam siaran pers yang diterima Beliong Ekspres, Kamis (26/11) kemarin.

Ikhwan mengatakan, pasien tersebut positif Covid-19 berdasarkan data dari Labkesda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yang telah melakukan uji PCR Specimen Swab tenggorokan pada tanggal 23 dan 25 November 2020.

“Pasien Ny. J merupakan hasil tracking dari pasien Positif COVID-19 di Kabupaten Belitung. Yang bersangkutan beralamat di Desa Nyuruk, berstatus ASN dan mengajar di salah satu SD di Kecamatan Dendang,” ungkap Ikhwan.

Dengan bertambahnya 1 pasien itu, maka di Kabupaten Beltim jumlah keseluruhan warha yang terkonfirmasi positif COVID-19 sampai saat ini berjumlah 21 orang. 14 orang sudah dinyatakan sembuh dan 7 orang masih menjalani isolasi.

“Virus COVID-19 ini semakin berdampingan di kehidupan sehari-hari kita, tentunya kita harus menjaga kesehatan dan mem-protect diri agar terhindar dari virus ini. Kedisiplinan diri dalam menjaga kesehatan menjadi sangat penting mengingat bahaya dan dampak yang ditimbulkan virus Corona sangatlah luas,” ucapnya.

Oleh karena itu, dirinya menghimbau agar menjadi perhatian bersama untuk saling menjaga dan menjalankan protokol kesehatan. “Jangan menganggap remeh virus ini, setiap orang tidak memiliki kekebalan tubuh yang sama, jagalah diri anda dan keluarga anda,” pintanya.

Selain itu, dia juga meminta bagi siapa saja yang pernah kontak dengan pasien positif COVID-19 tersebut diharapkan segera melaporkan diri ke Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim atau pusat kesehatan masyarakat lainnya.

“Keterbukaan dan kejujuran diri sangatlah penting, sehingga nantinya akan mudah mendeteksi orang-orang yang pernah berinteraksi dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19,” tandas Sekda Beltim. (dny)