Hadai MEA, Pemerintah Harus Buat Aturan

by -

*Untuk Jamin Tenaga Kerja Lokal, Hadapi Persaingan Tenaga Asing

TANJUNGPANDAN-Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 sudah semakin dekat. Pemerintah Kabupaten Belitung harus segera membuat kebijakan untuk menjamin masyarakat lokal tetap diberi kemudahan mendapat pekerjaaan.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Kabupaten Belitung Haziarto mengaku sudah berkoordinasi dengan Direktur Kerjasama Ekonomi Asean, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi. Caranya pemerintah mesti membuat peraturan berupa peraturan daerah (perda) atau peraturan bupati (perbup). Sambil membenahi tenaga yang ada dengan keterampilan yang bisa berdaya saing.

“Makanya kami harus membuat aturan itu, mau diusulkan pemerintah daerah, apakah setuju untuk itu,” kata Haziarto di ruang kerjanya, Rabu (2/9) kemarin.

Setelah adanya peraturan, pemerintah punya alasan. Jadi tenaga tidak terampil dari luar negeri bisa ditolak, kecuali tenaga terampil yang memang punya skill. “Yang terampil pun harus didampingi tenaga kerja putra daerah,” paparnya.

Haziarto menjelaskan, langkah selanjutnya pemerintah harus membuka jaringan ke perusahaan. Dengan ini pemerintah tahu tenaga apa yang sedang dibutuhkan.

“Kita harus membuka jejaring dengan para perusahaan besar. Kita buat aturan untuk perekrutan tenaganya harus sepengetahuan kita. Kenapa, karena kita bisa memberikan tenaga terampil,” tukasnya.

Dengan demikian, tenaga kerja yang disiapkan dapat terserap. Tenaga kerja yang setiap tahun diberi pelatihan Dinsosnakertrans. Sambil pemerintah terus menyiapkan tenaga terampil dengan pelatihan.
Masuknya tenaga asing harus diantisipasi. Apalagi masuknya tenaga asing ke Belitung sangat memungkinkan. Belitung dilalui oleh Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), apalagi pelabuhan Tanjung Batu sudah beroperasi. “Kita memang antisipasi itu masuknya tenaga asing memungkinkan untuk itu,” tukasnya. (ade)