Halal Bihalal IMB Beltim, Perbedaan Jadikan Indonesia Istimewa

by -
Halal Bihalal IMB Beltim, Perbedaan Jadikan Indonesia Istimewa
Penampilan Pencak silat Bawean oleh IMB.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Tak dipungkiri bahwa bahasa, suku budaya, adat istiadat di negara Indonesia sangatlah beraneka ragam. Dari perbedaan itulah yang membuat Indonesia istimewa di mata negara lain.

Demikian hal itu diungkapkan Bupati Belitung Timur (Beltim) Yuslih Ihza saat memberikan sambutan acara Halal Bialal dan Milad II Ikatan Masyarakat Bawean (IMB) Beltim, di Aula kantor Camat Manggar, Ahad (4/8) pagi.

“Namun yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan penuh kebersamaan dan kedamaian meskipun berbeda. Saling menghormati dan tidak saling menyudutkan. Indahnya kita dalam bangsa yang ber-Bhineka Tunggal lka,” kata Bupati Yuslih.

Selain itu, tak lepas kata bangga dari penyampaian Yuslih atas kebersamaan masyarakat dalam keanekaragaman. “Pada pagi hari ini kita bersama-sama saling bersilaturahmi tidak dibatasi pada agama atau latar belakang tertentu. Karena kita hidup di lingkungan yang menekankan sikap toleransi,” tutur Yuslih.

Yuslih berpesan, Prinsip kebersamaan dan saling menghargai hendaknya dapat terus dipertahankan untuk ke depannya. “Yang terpenting juga adalah upaya untuk bersama membangun Kabupaten Belitung Timur dan Pulau Belitong dengan sesama masyarakat suku lainnya. Sebab, majunya pembangunan di daerah tidak luput dari peran serta masyarakat itu sendiri,” tukasnya.

Selain itu, Yuslih berharap, momentum kegiatan Halal Bihalal IMB Beltim tersebut agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memperkuat ikatan persaudaraan, yang dilatarbelakangi oleh kesamaan asal daerah.

“Meskipun Kepengurusan IMB baru berjalan 2 tahun, namun saya yakin telah berkontribusi terhadap pembangunan daerah di Kabupaten Belitung Timur yang kita cintai ini. lbarat kata pepatah, dimana kita berpijak, di situ langit dijunjung,” ujarnya.

“Jadi kalimat tersebut memiliki arti yang sangat bermakna terhadap kehidupan bersosialisasi, saling berinteraksi, berbaur dan juga mengikuti aturan-aturan yang berlaku dimasyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, ketua panitia Halal Bihalal IMB Helmi menyebutkan tujuan dari kegiatan tersebut yakni sebagai sarana mempererat tali persatuan dan persaudaraan sesama maayarakat Bawean di Kabupaten Beltim.

“Harapan kami dari kegiatan ini mungkin nantinya akan menjadikan IMB ini yaitu organisasi yang sifatnya sosial. Sosial antara kami sendiri maupun dengan masyarakat,” ucap Helmi kepada Belitong Ekspres.

Tak hanya itu, Helmi juga berharap IMB ini akan membangkitkan kembali budaya-budaya masyarakat Bawean tempo dulu yang telah dibawa oleh orang tua mereka.

“Seperti yang telah kita lihat tadi yaitu pertujukan pencak silat dan juga yang lainnya. Intinya meningkatkan kembali semangat budaya kami masyarakat Bawean keturunan,” kata Helmi.

Helmi berpesan, tentunya sebagai masyarakat Bawean yang ada di Belitung Timur ini, dimana kaki berpijak di situ langit dijunjung. “Insya Allah kami masyarakat Bawean Belitung Timur ini akan ikut berkontribusi untuk bersama pemerintah, bersama maayarakat. Bersama seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Belitung Timur, akan membangun baik secara budaya dan sebagainya,” tandasnya. (dny)