Halangi Pilkada, Hardi Bilang itu Tindakan Makar

by -

SIMPANG RENGGIANG – Penjabat Bupati Belitung Timur (Beltim), H. Hardi meminta masyarakat menggunakan hak pilih pada Pilkada, dengan kesadaran untuk memilih pemimpin Beltim masa depan. Permintaan tersebut disampaikan Hardi, ketika berkunjung ke Desa Lintang sekaligus meninjau lokasi Hutan Tanaman Industri, Selasa (22/9) kemarin.

“Melalui Pilkada, dari tiga pasang calon akan lahir satu pasang menjadi pemimpin lima tahun,” ungkap Hardi.

Menurutnya, pemimpin sebagai kepala daerah mutlak diperlukan untuk menjalankan pembangunan. Tugas Kepala daerah juga berkaitan erat dengan administrasi yang memerlukan persetujuan.

“Kalau tidak ada (Kepala daerah, red), administrasi tidak akan jalan. Dari mana uang bisa cair. Makanya saya ditunjuk melalui SK Menteri untuk menjalankan pemerintahan sampai pemimpin baru terpilih melalui Pilkada serentak, 9 Desember 2015,” ujar Hardi.

Menurutnya, kehadiran masyarakat di TPS pada hari pencoblosan dapat diartikan sebagai wujud kecintaan kepada daerah. Pasalnya, dalam jangka 5 tahun ke depan, kepentingan masyarakat merupakan tanggungjawab kepala daerah.

“Kalau sayang daerah, datanglah ke TPS. Kalau tidak datang, artinya tidak cinta Beltim. Lima tahun kepentingan masyarakat ada di bupati dan DPRD,” ajak Hardi.

Mempertegas ajakannya, Hardi menyatakan pihak yang menghalangi proses demokrasi sama dengan bertindak makar.

“Bagi yang menghalangi jelang pilkada sama dengan (perbuatan) makar dan merugikan Pilkada serentak,” pungkas mantan Kadispora Provinsi Babel. (feb)