Ham juga Jual Anak Tiri?

by -

*Kasus Pencabulan Sejak Usia 9 Tahun, Polisi Dalami Human Trafficking

MANGGAR – Sungguh bejat apa yang sudah dilakukan Ham (42) terhadap anak tirinya ini. Tak hanya menikmati kemolekan tubuh sang anak yang masih berusia 14 tahun, ia juga diduga menjual anak tirinya itu ke pria hidung belang.

Polisi saat ini masih melakukan pendalaman kasus human trafficking (perdagangan manusia) tersebut. Indikasi tindak pidana perdagangan manusia didapat pihak kepolisian dari informasi yang disampaikan masyarakat. Tersangka diduga menjajakan anak tirinya itu.

“Kasus ini masih kami dalami. Kami mendapat info bahwa adanya indikasi human trafficking,” ungkap Kapolres Beltim, AKBP. Nono Wardoyo,S.ik melalui Kasat Reskrim Polres Beltim, AKP.Yogi Pramagita, kepada wartawan, Rabu (3/8) kemarin.

Sejauh ini tersangka pun sudah diamankan di tahanan Polres Beltim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dari kasus  ini, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka yang lainnya.

AKP.Yogi melanjutkan, pihak kepolisian akan menjerat Ham dengan UU nomor 35 tahun 2014. Ham terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Menurut Kasat Reskrim Polres Beltim, tersangka juga bersama Istrinya selama ini tidak menikah secara resmi, meski sudah tinggal satu rumah.

“Yang bersangkutan ini memang ayah tiri. Tapi istilahnya wali. Karena antara Ham dan Istrinya itu tidak menikah secara resmi, meskipun tinggal serumah,” terang AKP.Yogi.

Korban sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya, red), yang kini tinggal bersama Ibunya di gudang eks pasir komplek Stadion Utama Beltim, saat ditemui wartawan menerima dengan baik. Sang Istri tersangka pun terbuka lebar menceritakan kelakuan bejat suaminya itu.
“Saya serahkan semuanya pada pihak kepolisian, dan diproses secara hukum,” kata Istri tersangka yang didampingi Bunga.

Sebelumnya, diberitakan bahwa tersangka Ham, diduga telah mencabuli anak tirinya sendiri selama bertahun-tahun. Perbuatan bejat pelaku dilaporkan Istrinya sekaligus Ibu korban ke Polres Beltim.

Tindak asusila ini terungkap usai ibu korban mencecar beberapa pertanyaan terhadap korban (Bunga, red) yang pulang pagi setelah keluar rumah semalaman. Akhirnya, Bunga mengaku pergi bersama ayah tirinya itu, dari arah Kecamatan Gantung. Kemudian tersangka diduga mencabuli Bunga di sebuah tempat (Kandang Kambing, red) di Desa Sukamandi, Kecamatan Damar. Tak hanya itu, Bunga juga diketahui dan mengaku telah dicabuli ayah tirinya, sejak 2011 lalu atau saat dirinya masih berumur 9 tahun. (feb)