Hanya 2 Komoditi Berikan Pendapatan untuk Daerah

by -
Syafik Gani

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Beberapa pengiriman komoditi yang wajib mempergunakan Surat Izin Perdagangan Antar Daerah(SIPAD).

Di antaranya sektor pertambangan, bijih timah, pasir kwarsa, pasir bangunan, kaolin, tanah liat, batu granit, batu besi dan zircon.
S

elain itu, sektor pertanian dan kehutanan, terdiri dari Lada, karet, kayu cerucuk, daging sapi, holtikultura, sarang burung walet, cpo, carnel dan ikutannnya.

Termasuk sektor perikanan yang terdiri dari ikan dan biota lainnya. Serta, sektor perdagangan terdiri dari besi/logam tua dan barang rongsokan.

Hal itu disampaikan Kasi Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri Dinas koperasi UKM, perdagangan dan tenaga kerja Kabupaten Belitung Syafik Gani kepada Belitong Ekspres, belum lama ini.

Menurutnya, SIPAD merupakan surat yang mengatur pengiriman barang-barang perdagangan yang keluar dari Belitung

“Ini berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 Tahun 2008. Jadi barang-barang yang diatur pengiriman keluar daerah itu, barang-barang seperti Pertambangan, Pertanian, Perikanan, Hasil laut,” ujar Syafik.

Namun, mulai tahun 2016 lalu untuk sektor pertambangan sudah diambil alih dari provinsi. Sehingga sampai sekarang ini hanya tinggal berapa sektor yang merupakan wewenang Kabupaten Belitung.

“Jadi yang sekarang masih kita kelola itu lada, karet, kayu, daging sapi, holtikultura, sarang burung walet, CPO, Ikan dan biota lainnya. Termasuk besi tua dan rongsokan itu kewenangan kita sekarang,” jelasnya.

” Nah, jadi yang kewenangan timah, pasir kuarsa, dan barang mineral lainnya masih dalam kewenangan provinsi. Itu berdasarkan Peraturan Gubernur nomor 45 Tahun 2016,” tambahnya.

Realisasi global pengiriman antar daerah untuk bulan februari 2019, yaitu batu besi sekitar 100 ton, besi tua atau rongsokan sekitar 47 ton, CPO sekitar 6.800 ton, ikan sekitar 288,275 ton, lada sekitar 45 ton, palm kernel sekitar 2.450 ton. Komoditi tersebut dikirim ke beberapa tujuan daerah pengiriman.

“Setiap bulan kita selalu catat, memang pengiriman ini fluktuasi, pengaruh-pengaruh ini bisa aja, mungkin bulan ini kecil atau gede.

Misal harga besi tua, kemaren sempat tinggi harganya jadi mereka berlomba-lomba untuk ngirim,” terangnya.

Akan tetapi, dari beberapa pengiriman itu, hanya 2 komoditi yang memberikan pendapatan untuk daerah kabupaten Belitung, yaitu Besi tua atau rongsokan dan lada. Pendapatan tersebut merupakan sumbangan dari pihak ketiga.

“Ada pendapatan untuk daerah, besi tua dan lada, itu sumbangan dari pihak ketiga. Kalau untuk lada 100 rupiah per kilo, kalau besi tua 40 rupiah per kilo. Kalau untuk ikan itu tidak ada, jadi hanya 2 itu aja,” ujarnya.

Dirinya menyebutkan maka dari itu sebelum barang-barang yang disebutkan di atas dikirim keluar Belitung, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

“Jadi sebelum mengirim, mereka ditinjau terlebih dahulu, kalau tidak sesuai maka tidak diterbitkan lah SIPAD-nya,” tandas Syafik. (dod)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *