Haram Bagi ASN Beri Jempol Status Paslon di Pilkada 2020

by -
Haram Bagi ASN Beri Jempol Status Paslon di Pilkada 2020
Haram Bagi ASN Beri Jempol Status Paslon di Pilkada 2020
ASN (Foto: JPNN)

belitongekspres.co.id, SOLO – Aparatur sipil negara (ASN) pemkot berkomitmen menjaga netralitas dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020. Abdi negara diminta tidak menunjukkan keberpihakan baik secara langsung maupun melalui media sosial (medsos) kepada pasangan calon (paslon).

Itu ditegaskan Asisten Komisi ASN (KASN) Bidang Pengaduan dan Penyelidikan Kukuh Heru Yanto di balai kota, Selasa (26/11). Kukuh menjelaskan, temuan dukungan ASN terhadap salah seorang paslon dalam pilkada rata-rata terjadi di medsos.

Beberapa aplikasi yang kerap menjadi media kampanye adalah Line, WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Sebagian besar ASN tidak sadar memberikan dukungan kepada paslon melalui respons unggahan yang dilakukan oleh paslon maupun tim sukses. “Misalnya mencet tombol like, komentar, atau berbagi ke akun lain,” katanya kemarin (26/11).

Tindakan kecil itu, lanjut Kukuh, dapat dikategorikan sebagai bentuk pemberian dukungan terhadap paslon. Untuk itu KASN mewanti-wanti ASN menahan diri dalam merespons posting-an terkait pilkada.

“Bahkan kemarin juga sempat ada larangan untuk berfoto bersama paslon, mengacungkan jari yang identik dengan nomor atau slogan paslon tertentu. Itu juga tidak diperkenankan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (sekda) Surakarta Ahyani menegaskan, ASN di Kota Bengawan dipastikan netral. Jaminan itu akan dibuktikan dengan menutup pintu bagi siapa pun yang akan memobilisasi ASN untuk mengikuti salah satu gerbong paslon. (rs/irw/per/JPR)

Artikel ini sebelumnya sudah dimuat di radarsolo.jawapos.com dengan judul: Bagi ASN pada Pilkada 2020, Haram Beri Jempol Status Paslon