Harga Cabe dan Ikan Segar Meroket

by -
foto-a-pasar-tanjungpandan
Ilustrasi

MANGGAR-Memasuki awal tahun Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang cukup sulit. Salah satunya kenaikan harga kebutuhan pokok. Sejumlah kebutuhan pokok seperti cabe dan ikan segar harganya mulai meroket, bahkan naik tiga kali lipat dari harga normal.

Penyebab utama meroketnya harga Cabe dan Ikan lantaran faktor cuaca. Sebab, kebutuhan pokok masyarakat Beltim mayoritas didatangkan dari luar pulau Belitung. Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres, harga cabe di Belitung Timur mencapai Rp 120 ribu perkilo. Sebelumnya hanya Rp 25 ribu hingga Rp 30 perkilo.

Sedangkan untuk harga ikan ada kenaikan lumayan besar. Sebelumnya harga cumi di pasaran hanya Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu, kini menjadi Rp 80 ribu perkilo. Penyebabnya pun sama, lantaran kondisi cuaca buruk.

Pantauan Belitong Ekspres di sejumlah lokasi Pelabuhan-Pelabuhan di Beltim, terlihat mayoritas nelayan tak melaut. Itu terlihat banyaknya kapal berjejeran di lokasi. Sejumlah nelayan memilih untuk membenahi kapal jaring ikan.

“Kami tidak melaut sebab ombak di tengah mencapai tiga meter. Aktivitas saat ini, hanya membenahi kapal yang bocor dan jaring yang rusak,” kata salah satu nelayan di Pantai Serdang Manggar, Beltim.

Sementara itu, Aling salah satu penjual makanan di Pertigaan jalan raya Gantong Manggar mengeluhkan naiknya bahan pokok di Beltim. Akibatnya, dia sengaja menaikan harga makanannya. Apalagi khusus ikan dan cumi.

Bahkan, wanita ini membatasi pembeli saat meminta sambal berlebihan. “Untuk sambal biasanya kita letakan di sebelah laut, tiap kali orang makan selalu ngambil sendiri. Tapi kali ini, kita batasi, untuk sambal saya yang ngambilin,” katanya.

Sekertaris Daerah (Sekda) Beltim Talafudin, sudah mengetahui naiknya bahan pokok ini. Dia mengatakan naiknya bahan pokok disebabkan beberapa hal, salah satunya faktor cuaca. Sebab, mayoritas kebutuhan bahan pokok masyarakat Beltim dari luar pulau seperti Jakarta dan Kalimantan.

Lebih parah lagi, Beltim tak memiliki pelabuhan sendiri. Bahan pokok seperti sayur, buah dan sembako langsung mendarat di Tanjungpandan. Setelah itu, bergeser ke Beltim. Kendala saat ini masalah cuaca.

“Kami berharap ke depan, kondisi cuaca semakin baik sehingga masalah ini dapat teratasi,” kata Talafudin, kepada Belitong Ekspres, Kamis (5/1) kemarin.

(kin)