Harga Daging Sapi Bisa Tembus Rp160 Ribu

by -

*Pemda Tidak Tetapkan HET, Hanya Kesepakatan Pedagang

foto-A-Sapi
Tim Kementerian Perdagangan (Kemendag) didampingi Kepala Diskopernaker Kabupaten Belitung Azhar memonitor harga daging sapi dan kebutuhan pokok lainnya, di Pasar Tradisional Tanjungpandan, Sabtu (18/6) akhir pekan lalu.

TANJUNGPANDAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, harga daging sapi di Pasar Tradisional Tanjungpandan merangkak naik. Harga tersebut berkisar antara Rp. 140 hingga Rp. 150 Ribu perkilogram. Ini berdasarkan pantauan Belitong Ekspres, di salah satu lapak pedagang, Sabtu (17/6) lalu.

“Kalau tempat kami harganya Rp. 140 Ribu. Dan ada juga 150 Ribu perkilogram. Tetapi kebanyakan saya jual Rp. 140 Ribu, karena mereka pelanggan. Kalau Rp 150 Ribu paling ada satu dua orang,” kata Hisyam pedagang daging di Pasar Tradisional Tanjungpandan, kepada Belitong Ekspres.

Hisyam menuturkan, dirinya baru mulai menjual harga daging seharga Rp. 150 Ribu, Sabtu lalu. Sebelumnya ia menjual seharga Rp. 140 Ribu satu kilogramnya. Dan ini sudah berlangsung pada H-12 lalu. Namun dihari biasa dikiosnya menjual seharga Rp 130 Ribu.

“Kemungkinan nanti harga jual paling tinggi Rp 160 Ribu. Ini sesuai kesepakatan sesama pedagang yang diketahui pemerinah (daerah). Sebelumnya kita sudah melakukan pertemuan, tetapi dalam rapat tersebut tidak ada ketentuan harga (dari pemda),” sebutnya.

“Pimpinan (asosiasi) kami sudah juga ketemu dengan Pak Sanem. Untuk meminta masukan berapa harga eceran tertinggi (HET). Dan tidak ada juga ketetapan. Sehingga internal kami sepakat harga (jual) Rp 160 Ribu paling tinggi,” ujarnya.

Syam sapaan akrabnya menyebutkan, salah satu penyebab kenaikan harga daging sapi beberapa hari belakangan, dikarenakan pasokan (sapi) terlambat. Sehingga peternak yang mengetahui kabar tersebut, menjualnya dengan harga sedikit lebih tinggi.

“Alhamdulillah sekarang sapi (ternak) hari ini (sabtu) sudah datang. Kemungkinan harga jual nanti tetap akan Rp 160 ribu. Karena waktu lebaran, biasanya masyarakat hanya membeli daging saja. Tulang, gemuk dan yang lainnya tidak laku. Beda kalau hari biasa, semuanya habis. Jadi ini sebenarnya salah satu yang membuat harga itu naik,” terangnya.

Senada disampaikan Kepala Diskopernaker Kabupaten Belitung Azhar. Ia mengatakan, berdasarkan hasil rapat bersama pedagang pada satu pekan sebelumnya. Pedagang sempat menyampaikan harga jual satu kilogram daging sapi segar sekitar Rp. 160 Ribu.

“Memang dalam hal ini pemerintah tidak menetapkan HET. Tetapi kita sudah menghimbau kepada mereka (pedagang), agar tidak menjual harga daging (sapi segar) terlalu tinggi,” ucapnya.

Azhar tak memungkiri harga jual daging seharga Rp. 160 Ribu, sebenarnya terlalu tinggi. Sebab, di hari biasa (sebelum puasa) harga jual daging sapi di pasar sekitar Rp. 130 ribu perkilogram.

“Tetapi melihat pengalaman dua, tiga tahun belakangan, tidak berbeda. Harga daging (saat) lebaran kisarannya Rp. 160 Ribu perkilogram,” ujarnya.

Azhar menegaskan, seandainya ada pedagang menjual harga daging segar diatas harga tersebut. Pihaknya akan menyerahkan hal tersebut dengan satgas-satgas yang sudah terbentuk. Salah satunya satgas ketahanan pangan.

“Nanti pihak penegak hukum yang akan memberikan sanksinya. Apalagi Polisi juga mempunyai satgas. Kementerian Perdagangan pusat (sekarang) juga turun memonitor harga ke daerah-daerah,” tuturnya.

“Sebetulnya bukan hanya daging sapi yang harus dipantau, tetapi juga kesediaan kebutuhan yang lain. Seperti sembako misalnya. Namun untuk harga yang lainnya sudah tergolong stabil,” pungkasnya.(i1s)