Harga Ikan Asin Anjlok, Nelayan Nyaris Frustasi

Dua orang nelayan Desa Tanjung Binga sedang memikul ikan yang sudah dikeringkan, Minggu (16/6) kemarin.

Dua orang nelayan Desa Tanjung Binga sedang memikul ikan yang sudah dikeringkan, Minggu (16/6) kemarin.

Pemda Belitung Diharapkan Cari Solusi

RajaBackLink.com

belitongekspres.co.id, SIJUK – Masyarakat nelayan Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, mengeluhkan penghasilan mereka saat ini jauh merosot. Itu disebabkan harga ikan kering (asin) di pasar nasional kini tidak sesuai dengan harapan.

Sebelumnya harga ikan yang sudah dikeringkan kisaran Rp 20 ribu perkilogram, kini terjun bebas menjadi Rp 8 ribu per kilogramnya. Hal itupun membuat sebagian nelayan nyaris frustasi, karena tidak bisa menutupi biaya operasional mereka.

Petasabhi salah satu nelayan asal Tanjung Binga menuturkan, warga nelayan di Belitung rata-rata menjual hasil tangkapannya yang sudah dikeringkan ke ibu kota Jakarta. Menumpuknya pasokan ditengarai jadi penyebab harga ikan asin anjlok.

Baca Juga:  Kepala Daerah Tidak Digaji

“Setelah dilakukan proses melalui penangkapan hingga pengasinan, ikan itu langsung kita kirim ke Jakarta dengan menggunakan kapal,” ujar Petasabhi kepada Belitong Ekspres, Minggu (16/6) kemarin.

Dia menjelaskan, harga jual di Jakarta tidak sebanding dengan biaya operasional yang ia keluarkan. Seperti membeli bahan bakar kapal, ongkos berlayar, termasuk ongkos kirim ke Jakarta dan membayar para pekerjanya.

Sehingga, itu membuat dia tekor hingga belasan juta untuk sekali produksi. Oleh karenanya, Petasabhi harus memutar otak mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Kepada Pemerintah juga diharapkan bisa memberi solusi.

Baca Juga:  Perempuan Petugas KPPS Meninggal, Menyusul Suami di Alam Kekal

“Mau tidak mau kami harus menjual dengan harga segitu. Daripada dibawa pulang, maka ikan-ikan itu akan busuk. Kalau sudah busuk ya akan di buang di tengah laut,” ungkap pria keturunan Bugis ini.

Dia kembali berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Belitung memberikan solusi dan bantuan untuk mengatasi permasalahan ini. Sehingga para nelayan di Belitung dapat berjaya seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Setidaknya diberi keringanan atau bantuan subsidi garam murah. Dan dicarikan solusi kemana kita akan menjual ikan-ikan ini dengan harga yang sesuai,” pungkas sesepuh tokoh Bugis di Tanjung Binga. (kin)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply