Harga Sayur dan Daging Melambung

by -

MANGGAR – Harga sayur mayur seperti cabai, bawang, wortel dan lain-lainnya kembali mengalami kenaikan. Meski pada Jum’at (4/9) lalu beberapa komoditi harganya sebelumnya sempat turun, namun dari pantauan harian ini di Pasar Lipat Kajang Manggar, Sabtu (5/9) pekan kemarin harga ini kembali naik.
Kenaikan ini ditenggarai dipicu oleh kenaikan harga di Pulau Jawa dan kurs dolar yang kian meningkat. Harga ini diprediksi akan terus meningkat hingga pertengahan Bulan September ini.
Salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar Lipat Kajang, Heri Ismanto mengungkapkan kenaikan harga eceren sayur mayur bervariasi untuk setiap kilogramnya, mulai dari Rp 2ribu hingga Rp 5ribu. Ia menyebutkan untuk bawang putih naik Rp.2ribu, bawang merah Brebes (superpoll) naik Rp 2ribu, wartel naik Rp 4ribu, cabe rawit naik Rp 5ribu, dan cabe lokal Rp 5ribu.
“Kalau untuk cabe dam bawang merah itu ikut harga dari pasar di Jakarta, kalau cabe lokal itu ikut dengan harga cabe di pasaran. Kalau Bawang Putih, Wortel impor dan sayur mayur impor lainnya, itu ikut harga dolar,” jelas Heri.
Pedagang yang sudah 15 tahun berdagang di pasar Lipat Kajang Manggar ini memperkirakan kenaikan harga akan terus terjadi hingga pertengahan bulan ini. Namun untuk komoditas lain, Ia menyebutkan harganya masih stabil.
“Kemungkinan naik terus ini pak, bisa-bisa sampai tengah bulan ini. Kalau harga sayur yang lain masih standar,” sebut Heri.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Beltim, Syahrial mengungkapkan kenaikan harga juga terjadi pada daging sapi, ayam dan ikan.
“Kalau kenaikan harga pada daging sapi dan ayam sudah lama, imbas dari luar daerah. Ikan juga ikut naik akibat musim angin ini, nelayan susah untuk turun ke laut,” kata Syahrial.
Khusus untuk daging sapi dan ayam, Ia berharap harga akan dapat turun. Jika harga terus naik tinggi, Disperindagkop Beltim akan melakukan operasi pasar.
“Saat ini kita sebatas memantau harga saja. Kalau nanti harga daging terlampau tinggi. Kita baru akan melakukan operasi pasar,” tutupnya. (feb)