Harga Tiket Menjadi Momok Menakutkan Bagi Pariwisata Belitung

by -
Suasana rapat pembahasan strategi Belitung menghadapi penurunan kunjungan wisatawan, di ruang Sidang Pemkab Belitung, Rabu (12/06) kemarin.
Suasana rapat pembahasan strategi Belitung menghadapi penurunan kunjungan wisatawan, di ruang Sidang Pemkab Belitung, Rabu (12/06) kemarin.

Pemkab Cari Formulasi, Belitung Akan Kehilangan 50 % Wisatawan

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Kabupaten Belitung menggelar pembahasan strategi Belitung menghadapi penurunan kunjungan wisatawan. Kegiatan yang dihadri para pelaku wisata ini dilaksanakan di ruang rapat Pemkab Belitung, Rabu (12/06).

Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, dan dihadiri Asisten Bidang Ekonomi & Pembangunan Jasagung Heriyadi, beberapa OPD terkait, pelaku wisata bidang tours & travel, pihak hotel serta organisasi wisata seperti Asita, Aspi, dan Astindo.

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengatakan, rapat tersebut merupakan yang kesekian kalinya untuk menyikapi kurang bagusnya kondisi kepariwisataan di Indonesia. Khususnya Kabupaten Belitung salah satu terkena dampak besarnya.

“Sudah dari awal saya dan pak Bupati berharap bahwa Belitung ini kan 10 destinasi unggulan, kawasan ekonomi khusus, kenapa kita tidak dapat perhatian khusus dari sisi harga tiket pesawatnya. Dengan adanya kenaikan harga tiket, itu terjadi pengangguran, terjadi penurunan potensi pendapatan UMKM dan lain-lain, dan itu sangat mengkwatirkan,” kata Isyak.

Isyak mengatakan, secara umum rapat hari ini untuk mencari solusi dari mahalnya harga tiket pesawat tersebut. Agar masalah yang berimbas pada pariwisata Belitung ini tidak semakin larut.

“Rapat hari ini kita mencoba mencari formulasi. Mungkin kita akan melakukan pola kerja sama penjualan tiket online yang mendapatkan diskon yang dilakukan perusahaan-perusahaan swasta bergerak di bidang online itu,” ujarnya.

“Kalau bisa kita lobi khusus Belitung dan sama-sama kita promosikan, cuma tampaknya tadi perlu bicara lebih teknis lagi,” sambung Isyak.

Lebih lanjut Wabup mengatakan, kabupaten Belitung akan kehilangan 50 persen kunjungan wisatawan di tahun ini, kalau masalah mahalnya tiket pesawat masih menjadi momok menakutkan seperti ini.

“Kita bakal kehilangan 200 ribu angka kunjungan wisatawan di tahun ini, dari semula ingin kita capai 500 ribu orang yang datang. Namun keliatannya di angka 240 ribu kita tutupnya paling banyak, penurunan yang signifikan,” tukasnya.

Isyak juga menyebut sejauh ini Pemerintah Kabupaten Belitung sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya kerjasama dengan maskapai asing, namun hingga kini masih ada izin yang belum keluar dari Pemerintah pusat.

“Pak presiden sudah minta maskapai asing boleh masuk, kita Belitung sudah MOU dengan Air Asia, kenapa izinnya belum dikeluarin, padahal pesawatnya sudah ready, salahnya dimana,” tegasnya.

Dia melanjutkan, berdasarkan hasil rapat pembahasan tersebut belum mencapai suatu kesimpulan apapun. Tetapi Wabup memberikan masukan untuk mengatasi masalah harga tiket tersebut.

“Belum dapat kesimpulan, tapi saya sudah kasih gambaran, mau gak?. Karena harga tiketnya mahal, kita melobi, ada perusahaan yang berani memberikan CSR-nya mensubsidi tiket itu turun 100 ribu, dan pulang pergi menjadi 200 ribu, yang sebelumnya tiket pergi dari 700 ribu menjadi 600 ribu,” tandasnya.(dod)

One thought on “Harga Tiket Menjadi Momok Menakutkan Bagi Pariwisata Belitung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *