Hari Ini, Jaksa Tuntut Korporasi Pemilik Hotel Bahamas Belitung

by -
Hari Ini, Jaksa Tuntut Korporasi Pemilik Hotel Bahamas Belitung
Bestiandy Rhusianto saat menjalani sidang beberapa waktu lalu.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung akan membacakan tuntutan terhadap terdakwa korporasi PT BMMI. Sidang penuntutan kasus reklamasi Pantai Air Saga ini akan digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Kamis (20/5).

Agenda sidang tuntutan terdakwa pemilik Hotel Bahamas Belitung itu, sempat ditunda hingga beberapa pekan. Penundaan karena JPU Kejari Belitung belum siap membacakan tuntutan dan ada libur menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Belitung Suwandi mengatakan, pihaknya sudah menyusun berkas tuntutan yang ditujukan kepada pihak perwakilan perusahaan yakni General Manager PT BMMI Bestiandy Rhusianto.

Namun ketika disinggung mengenai tuntutan yang dilakukan besok, apakah hukuman denda atau pidana, pihak Kejari Belitung masih enggan berkomentar banyak. “Kita lihat saja besok,” kata Suwandi didampingi JPU Tri Agung Santoso, kepada Belitong Ekspres, Rabu (19/5).

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Tanjungpandan sudah beberapa kali menggelar sidang kasus reklamasi tersebut. Sejumlah saksi dan ahli telah dilakukan pemeriksaan dalam sidang kasus yang sempat menggemparkan publik ini.

Tidak hanya itu, dalam rangkaian sidang juga menghadirkan saksi kasus yang sama, namun dari perorangan. Yakni Toni Irawan. Untuk mengetahui lokasi mana yang dilakukan reklamasi, PN Tanjungpandan juga melakukan sidang pemeriksaan setempat.

Adapun PT BMMI didakwa Kejari Belitung dengan Pasal 98 Ayat 1 Juncto Pasal 116 Ayat 1 huruf a Undang-undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sebab, perusahaan itu dinilai jaksa telah melakukan reklamasi tanpa izin. Sehingga mengakibatkan kerusakan ekosistem mangrove seluas 0,42 hektar, di kawasan Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Akibat kegiatan reklamasi tersebut, negara mengalami kerugian Rp 1.783.575.711.25 (satu miliar tujuh ratus delapan puluh tiga juta, lima ratus tujuh puluh lima ribu, tujuh ratus sebelas, koma dua lima rupiah).

Sementara itu, Penasihat hukum PT BMMI Suhadi masih belum berkomentar mengenai agenda sidang penuntutan yang digelar besok (hari ini,red). Beberapa kali dihubungi Belitong Ekspres, namun tidak ada respon. (kin)