Hartoyo Irit Bicara dengan Wartawan

by -

MANGGAR – Kepala Dinas Pendidikan Beltim, Hartoyo terkesan enggan berkomentar mengenai nasib 26 mahasiswa Beltim pasca pembekuan kampus milik Yayasan Aldiana Nusantara (YAN). Sebagaimana pasca pembekuan kampus tersebut 26 mahasiswa Beltim juga kan dipulangkan.

 

Usai mengikuti rapat dengan DPRD Beltim bersama SKPD terkait untuk mendapatkan penjelasan langsung terkait kerjasama beasiswa dengan YAN, Hartoyo langsung dicegat wartawan.
“Besok saya berangkat ke Jakarta,” ujar Hartoyo singkat sembari meninggalkan kerumunan wartawan yang memintai tanggapannya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Beltim, Ardian mengatakan pihak DPRD sengaja memanggil pihak eksekutif untuk menjelaskan permasalahan terkait pengiriman dan beasiswa mahasiswa asal Beltim ke yayasan tersebut.

“Sudah empat semester berjalan (perkuliahan, red) kita minta kembalikan biaya selama pendidikan,” ungkap Ardian ketika ditemui usai rapat.

Menurutnya, selama empat semester berjalan, pemerintah daerah telah menghabiskan anggaran lebih dari Rp. 1 miliar. Anggaran sebanyak itu, diperuntukkan bagi 27 mahasiswa asal Beltim yang diperkirakan menerima Rp. 8 juta perbulan. Meski seorang Mahasiswa sebelumnya sudah mengundurkan diri, jadi kini menjadi 26 Mahasiswa, namun anggarannya masih tetap mengacu pada 27 Mahasiswa.

Anggaran terdiri dari biaya kontribusi bulanan, biaya kontribusi UTS semester 5 dan 7, biaya kontribusi UAS semester 5 dan 7, uang asrama dan penunjang perkuliahan.

“Penganggaran sudah dilakukan sejak tahun 2013, 2014 dan 2015 berjalan. Untuk tahun 2015 saja sudah dianggarkan sebesar Rp. 514 juta untuk 27 mahasiswa,” ujar Ardian.

Diakui Ardian, pihak DPRD hanya meminta penjelasan nasib uang Pemerintah Daerah yang telah digelontorkan untuk beasiswa. Namun, berdasarkan penjelasan yang didapat, pihak YAN akan bertanggungjawab penuh mengembalikan seluruh biaya yang telah dikeluarkan.

“Yang jadi masalah itu adalah hibah biaya hidup yang ditransfer langsung ke rekening mahasiswa. Konsekuensinya, apakah yayasan mau menganti semua, dan kita tunggu nanti,” tanya Ardian.

Mengenai rencana kepulangan mahasiswa asal Beltim yang dibiayai oleh mantan Bupati Beltim periode 2010-2015, pihak DPRD mengaku tidak mendalami pembahasan. Mereka hanya mengetahui ongkos ditanggung oleh yang bersangkutan. (feb)