“Harus Berpikir KASOR”

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

MEMBALONG-Sekertaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung Drs Ramansyah dalam mengawali dialog dengan para pemuda di Kecamatan Membalong sempat mengaitkan judul lagu “Darah Muda” ciptaan Rhoma Irama.
Syair lagu yang dikutip dari maestro dangdut Indonesia itu untuk menggambarkan karakter seorang anak muda.  “Karakter anak muda dalam lagunya Rhoma Irama diekspresikan sebagai orang yang tidak pernah mengaku kalah dan maunya hanya menang sendiri,” ujar Ramansyah Sabtu (28/3) kemarin dalam acara Talk Show dan Road Show di Ruang Serbaguna Kantor Camat Membalong.
Mantan anggota DPD KNPI Belitung ini mengatakan, dalam keyakinan agama disebutkan ada tujuh golongan di hari kiamat yang akan dinaungi oleh Allah SWT. “Salah satunya adalah pemuda yang senang beribadah. Bukan orng tua. Jadi, sangat luar biasa sekali. Bahkan, pemudalah yang akan menentukan harapan dan masa depan bangsa,” jelas Ramansyah yang juga Sekretaris MUI Belitung.
Lanjut Romasyah, bagaimanapun hal-hal yang menyangkut tentang pergaulan, sesungguhnya itu tidak lepas dari sikap dan karakter pemuda.  “Karena itu, Pemuda harus memiliki peranan yang jelas dalam tugasnya di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Dari sisi kebijakan pemerintah, kata dia, pemuda memiliki tiga peran dalam tugasnya sebagai generasi pembangunan bangsa. “Yakni, pemuda harus mampu menempatkan dirinya sebagai kekutan moral, pemuda harus memiliki sikap kontrol sosial serta pemuda harus berpikir kritis, analitis, selektif, objektif dan rasional atau KASOR,” terangnya.
Ramansyah menjelaskan, pemuda harus menempatkan dirinya sebagai kekuatan moral. Artinya, ia harus mampu mengedepankan etika, moral dan akhlak dalam setiap sendi kehidupannya.
“Tanda bagi seorang pemuda adalah ingin bergaul bersama-sama. Namun, harus ada rambu-rambu yang dipahami dan aspek moralitas dan etika yang harus di kedepankan,” jelasnya.
Menurut dia, pemuda juga harus mempunyai sikap kontrol sosial dan bisa berpikir KASOR. “Artinya mengkritisi, mengevaluasi dan merespon apa yang ada di hadapannya. Namun, kritik membangun itu sangat diperlukan,” katanya.
Dalam frame (bingkai,red) pembangunan ke depan, selain sebagai objek, pemdua bisa juga sebagai subjek pembangunan. Jadi, harus bisa berperan sebagai agen perubahan.
“Salah satu kelemahan pembangunan di bidang pembangunan adalah karena kita belum ada Perda yang menjadi pegangan bagi para pemuda,” nilainya.
Ia mencontohkan, seperti misalnya peraturan daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2008 tentang peredaran minuman beralkohol. Itu ada hal-hal yang positif dan ada juga hal negatifnya.
“Dari hasil kajian pihaknya. Opsi tentang Perda tersebut, ada dua hal. Pertama, membatasi peredarannya. Kedua, hanya bisa dijual di kafe atau di hotel-hotel dan tidak boleh dikanvas atau dijual di jalanan, apalagi tempat sembarangan. Itu sangat membahayakan,” terangnya.

Baca Juga:  Sanem Minta Jemaah Khusyu' Beribadah

Baca Juga:  Wagub: Pulau Lengkuas Perlu Dermaga Apung

Ia menambahkan, hal yang paling mendasar adalah bagaimana segi pengawasan dari pihak pemerintah terkait. “Agar distribusinya bisa menjadi lebih dikurangi. Karena itulah yang menjadi penyebab tindakan kriminalitas,” katanya.
Di sisi lain, ia menyebut ada lima kendala dalam pembangunan ekonomi kepemudaan. Yakni, modal kurang, sosialisasi minim dalam memasarkan produk lokal, ruang kreativitas kecil serta belum adanya sentra-sentra ekonomi pemuda. “DPRD Belitung harus mendorong aturan, bagaimana pemuda bisa diberi ruang kreativitas untuk peningkatan kualitas dan kemandirian ekonomi pemuda,” pungkasnya.(mg2)

Rate this article!
Tags:
author

Author: