Hasil Pemeriksaan Kasus Pabrik Arak Sudah Diserahkan Bupati dan Polres

by -
Kasatpol PP Belitung Azhar
Kasatpol PP Belitung Azhar.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kasatpol PP Kabupaten Belitung Azhar menyatakan, hasil pemeriksaan dari kasus kepemilikan Pabrik Arak di Gunung Lalang Desa Aik Seruk Kecamatan Sijuk beberapa waktu lalu kini sudah diserahkan kepada Bupati Belitung Sahani Saleh.

“Hasil pemeriksaan kasus kepemilikan pabrik arak tersebut kita sudah serahkan kepada Bupati dengan tembusan kepada Polres Belitung,” kata Azhar kepada Belitong Ekspres, Rabu (12/2) kemarin.

Dikatakannya, Satpol PP sudah 3 kali mengirimkan surat panggilan untuk dimintai keterangan terhadap salah seorang warga yang diduga sebagai pemilik Pabrik Arak tersebut.

“Kita sudah berupaya untuk memanggil yang bersangkutan. Bahkan kita sudah 3 kali mengirimkan surat tetapi tidak ada respon. Untuk pemanggilan secara paksa, kami tidak mempunyai wewenang lebih jauh untuk itu. Oleh sebab itu hasil pemeriksaan kasus tersebut kami serahkan kepada Bupati,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya sempat kebingungan lantaran pada Peraturan Daerah (Perda) No 12 Tahun 2008 hanya mencantumkan pengawasan, peredaran dan izin tetapi tidak menyinggung soal produksi atau pabrik minuman tersebut.

“Kembali ke aturan hukum, ini sudah di luar dari Perda. Kaitannya ini bisa dikatakan mereka melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen kemudian UU produsen. Oleh sebab itu pemberkasan tersebut kita serahkan kepada Bupati untuk meminta petunjuk lebih lanjut karena kita tidak ingin melampaui batas dari kewenangan yang ada di Satpol PP,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua DPRD Kabupaten Belitung Ansori meminta Satpol PP) Kabupaten Belitung mengusut tuntas kasus kepemilikan Pabrik Arak di Gunung Lalang Desa Aik Seruk yang sempat dilakukan penggerebekan oleh Bupati Belitung bersama jajarannya, Senin (13/1) lalu.

“Satpol PP harus mengambil sikap tegas terkait kepemilikan dari pabrik arak tersebut. Berapa banyak generasi muda yang rusak gara-gara minuman haram tersebut,” tegas Ansori kepada Belitong Ekspres Selasa (11/2) lalu. (rez)

Editor: Yudiansyah