HATI-HATI PREDATOR SEKS!

by -

Ketua Perlindungan Anak dan Perempuan Bangka, Nurmala Dewi Hernawati mengaku prihatin dengan maraknya kasus-kasus pemerkosaan yang belakangan marak diberitakan.

Kondisi ini terjadi akibat dari berbagai macam persoalan abnormal di tengah-tengah masyarakat.

“Persoalan ekonomi, pengangguran, lemahnya moral  dan keimanan seseorang menjadi bagian dari penyebab perbuatan amoral tersebut. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Nurmala.

Nurmala juga menyayangkan di antara pelaku masih belia. Pelaku sendiri ada yang masih bersekolah sebetulnya merupakan bagian dan masa depan bangsa.

“Kalau calon-calon masa depan bangsa saja yang menjadi bagian dari pelaku kejahatan seksual jadi bagaimana masa depan bangsa kita. Ini yang juga menjadi keprihatinan bersama dan harus kita pikirkan jangan sampai terus terulang hal serupa,” ucap Nurmala.

Seluruh stake holder selaku pengambil kebijakan baik di pusat dan daerah harus bisa membuat kebijakan yang pro generasi muda. Kebijakan tersebut tidak boleh separuh-separuh melainkan totalitas demi perbaikan moralitas.

“Baik itu pemerintah daerah, sekolah-sekolah, dai serta tokoh agama harus saling bersinergi memperbaiki moral generasi muda kita. Jangan sampai generasi muda kita karena merasa tak terwadahi semangat mudahanya sehingg sampai salah arah dalam menentukan arah hidupnya,” ingatnya.

Sementara itu pada orang tua lanjutnya juga jangan sampai absen memantau perkembangan anak-anaknya. Baik itu masih balita sampai menjelang dewasa agar kejahatan-kejahatan seksual baik dilakukan orang dewasa ataupun sesama anak-anak terdeteksi dini.

“Cara mengetahui secara dini apakah anak kita korban pelecehan, harus memiliki kontak emosional dengan anak. Kalau dia (korban) laki-laki tentu ada keluhan-keluhan pada organ vitalnya seperti bagian belakang (anus). Bilamana perempuan baik organ intim (kemaluan) dan anus juga harus diperika apakah mengalami sesuatu yang tak normal,” pesanya pada orang tua terutama ibu rumah tangga. (eza)