Head to Head Pilkada Beltim: Sama Yakin Menang!

by -
Head to Head Pilkada Beltim: Sama Yakin Menang!
Dari kiri kekanan, Burhanudin - Khairil Anwar dan Yuri Kemal Fadlullah - Nurdiansyah.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Hampir dapat dipastikannya Pilkada Belitung Timur (Beltim) head to head, dibenarkan pula oleh kedua pasangan calon yang akan bertarung. Dan menariknya, kedua calon sama-sama yakin dengan kekuatan yang mereka miliki.

Seperti diketahui, dua pasangan calon (Paslon) tersebut adalah Burhanudin – Khairil Anwar dan Yuri Kemal Fadlullah – Nurdiansyah. Kedua Paslon telah mendeklarasikan akan maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Beltim periode 2020-2024.

Diawali deklarasi pasangan Burhanudin-Khairil Anwar pada tanggal 14 Agustus 2020. Mereka diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Golkar, plus partai pendukung yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Keduanya berpengalaman di birokrasi karena pernah menjadi ASN dengan jabatan strategis.

Kepada Belitong Ekspres, bakal calon Bupati Burhanudin mengungkapkan dirinya bersama bakal calon Wakil Bupati Khairil Anwar sudah bersiap mendaftar di KPU Beltim. Rekomendasi dari partai pengusung sudah didapat dan berkas pendaftaran hampir rampung.

“Kalau dari kami pasangan berakar sudah konsultasi ke KPU dan seluruh berkas pendaftaran hampir rampung semua. Hari ini KWK 1 dari Golkar yang diambil pak Khairil di Jakarta. Dan PKS (pun) sudah keluar KWK 1,” ungkap Burhanudin.

“Insyaallah tanggal 6 (September) pagi kami akan siap melakukan pendaftaran di KPU. Dari segi administrasi dan konsep semua Insyaallah (siap),” imbuhnya.
Berbicara prediksi dukungan masyarakat, Burhanudin memastikan upaya maksimal untuk berjuang memenangkan pertarungan politik. Meski demikian, Burhanudin mengaku menyayangkan pertarungan Pilkada saat ini tanpa keikutsertaan Bupati petahana.

“Memang saya sangat menyayangkan senior saya, kakak saya, orang tua saya, pak Bupati tidak bisa ikut maju. Tapi kita tidak tahu apakah besok lusa bisa berubah sebelum pendaftaran,” ujar Burhanudin.

Namun bagi Burhanudin, soal maju tidaknya pada Pilkada sangat bergantung partai politik sebagai pengusung. Sebab, partai politik yang memiliki kursi di DPRD berhak mengusung secara koalisi.”Prinsipnya kami tetap akan maksimal berjuang untuk pertarungan politik ini. Saya pikir masyarakat Beltim cukup dewasa dalam berpolitik, masyarakat Beltim cukup paham dengan kearifan yang mereka miliki,” harapnya.

Sementara itu, di sisi lain, deklarasi pasangan Yuri Kemal Fadlullah-Nurdiansyah pada tanggal 30 Agustus 2020. Pasangan ini, diusung 7 partai koalisi yakni PDI Perjuangan, PBB, Hanura, Perindo, Demokrat, PAN dan Nasdem. Yuri berlatar belakang sebagai pengacara profesional dengan kemampuan hukum tata negara, sedangkan Nurdiansyah memiliki pengalaman sebagai birokrat.

Ketua Tim Pemenangan Yuri Kemal Fadlullah-Nurdiansyah, Fezzi Uktolseja menyatakan Pilkada Beltim akan mempertemukan dua pasang calon. Ia optimis, kemungkinan memenangkan Pilkada bagi pasangan yang diusung koalisi multi partai sangat terbuka. “Memang kemungkinan head to head kalau tidak ada aral melintang. Kalau peluang kemenangan, ya kita optimis ini bisa menang,” ujar Fezzi.

Menurutnya, pertarungan head to head akan merugikan calon petahana. Sebab pemetaan dukungan masyarakat jauh lebih mudah bila dibandingkan pertarungan yang melibatkan lebih dari dua pasang calon.

“Kalau head to head, incumbent dirugikan. Karena kita bisa melihat yang tidak suka lebih banyak apa tidak. Incumbent itu kalau makin banyak pasangan yang diusung akan makin diuntungkan. Kalau head to head, incumbent tidak diuntungkan,” kata Fezzi.

“Nah harus diakui, pak Wakil Bupati yang mencalonkan diri adalah incumbent, sedangkan kami penantang. Karena itulah kami merasa gara-gara head to head menguntungkan kami,” katanya lagi.

Apalagi, masyarakat Beltim berdasarkan hasil survei sangat menginginkan sesuatu yang baru dan ada kecenderungan Pilkada melibatkan anak-anak muda milenial. Diakui Fezzi, PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu 2019 tidak mencalonkan kader murni. Hal ini sempat menjadi perdebatan di kalangan kader partai. Namun sebagai partai yang mengikuti garis partai, PDI Perjuangan hanya memegang prinsip solid tegak lurus ke atas.

“Untuk menyampaikan itu, saya sudah berkeliling di tujuh Kecamatan, melakukan konsolidasi, sudah turun mengumpulkan pengurus ranting di 39 desa untuk menyampaikan ini. Kami sampaikan agar mesin partai tetap solid. Konsolidasi di sayap-sayap partai juga sudah, intinya walau diawal ada perdebatan, ya kita harus menghormati apapun keputusan DPP,” sebut Fezzi.

Sesuai Aturan

Ketua KPU Beltim, Rizal mengungkapkan proses pencalonan bakal pasangan kepala daerah sebagaimana yang dipersyaratkan Undang-Undang dan peraturan adalah partai-partai di DPRD. Hal ini pun telah disampaikan kepada pengurus partai politik di Kabupaten Beltim dan tertuang dalam PKPU 1 tahun 2020 dan Keputusan KPU Beltim nomor 123 tahun 2020.

“Untuk mengusung pasangan calon dibutuhkan 20 persen kursi dari jumlah total kursi DPRD Beltim. Nah kalau kita bicara jumlah kursi, 20 persen itu 5 kursi untuk mengusung pasangan calon. Melihat jumlah bisa kita sampaikan sesungguhnya 25 kursi bisa mencalonkan lebih dari 4 pasangan calon,” ungkap Rizal.

KPU Beltim melalui keputusan yang dibuat juga menyatakan bakal pasangan calon bisa diusung dengan perolehan suara sah partai politik atau gabungan partai politik. Tentunya, bakal pasangan calon yang dapat diusung hanya jika partai memiliki kursi di DPRD.

“Ada beberapa partai yang bisa menggunakannya, kurang lebih 10 partai yang punya kursi di DPRD Beltim. Untuk suara sah, itu 25 persen dari total seluruh jumlah suara sah yaitu 17.227 suara. Bagi parpol atau gabungan parpol yang jumlah suara sahnya pada pemilihan legislatif dan punya kursi di DPRD bisa mengusung dengan cara yang kedua ini,” sebut Rizal.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Belitung Timur, Wahyu Epan Yudhistira menyatakan kontestasi Pilkada Beltim yang sepertinya hanya diikuti dua pasangan calon akan terpolarisasi sangat tajam di masyarakat. Sangat mudah menganggap seseorang atau sekelompok orang berpihak pada salah satu pasangan calon.

“Terkait potensi dua pasangan calon (head to head) yang akan berkompetisi dan berkontestasi di Pilkada, kalau realita politiknya sebagai penyelenggara juga tidak akan happy tidak, tidak happy pun tidak,” ujar Epan.

Menurut Epan, Bawaslu sebagai penyelenggara yang bertugas mengawasi perhelatan pemilihan hanya akan mengikuti ketentuan perundang-undangan dan peraturan. “Tapi yang jelas sesuai ketentuan yang ada, strategi pengawasan kita tidak akan berbeda dengan calon mungkin lebih dari dua pasang. Intinya penyelenggara yang berkompeten dan berintegritas itu wajib menjadi pedoman dan komitmen Bawaslu Beltim,” tegas Epan.

Hingga berita ini dimuat, satu partai yang memiliki 3 kursi di DPRD Beltim yakni Gerindra belum menentukan sikap. Berdasarkan penelurusan Belitong Ekspres, Gerindra masih berkutat pada SK kepengurusan yang baru karena baru menyelesaikan kongres luar biasa.

Bahkan pada awalnya, partai Gerindra diisukan bakal berkoalisi bersama partai Nasdem untuk mengusung bakal calon sendiri yakni petahana yang sampai saat ini belum mendapat partai politik. Belakangan, wacana tersebut buyar setelah partai Nasdem merekomendasikan dukungannya kepada salah satu bakal pasangan calon. (msi)