Heboh! Isu Penculikan Anak di Tanjung Binga

by -

SIJUK-Kabar penculikan atau perdagangan anak mencuat di Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk. Saat itu, informasinya, ada seorang bocah berumur 10 tahun, diculik oleh seseorang yang tidak dikenal dan dibawa ke Jakarta melalui Pelabuhan Tikus (Pelabuhan Gelap).

Kepala Desa Tanjung Binga Terappe membenarkan adanya informasi heboh itu. Namun, setelah dikroscek ternyata hanya kabar palsu alias hoax. “Kami sudah mencari siapa korbannya, namun itu hanya isu,” ujar Terrape, kepada Belitong Ekspres, Rabu (22/3) kemarin.

Dia mengaku resah dengan adanya isu-isu itu. Dengan adanya informasi tersebut, kondisi Tanjung Binga tidak kondusif. Masyarakat ketakutan sehingga sempat mengemparkan kawasan yang mayoritas bermata pencaharian nelayan ini.

Untuk mencegah hal itu (penculikan anak) terjadi, Kades Tanjung Binga ini sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menjaga anak-anaknya. Selain itu, dia juga meminta agar para orang tua membatasi jam bermain buah hatinya.

“Kami berharap, apa yang terjadi di Tanjung Binga benar-benar isu. Dan tidak pernah terjadi,” harap Terrape. Meski begitu, hingga saat ini ia terus berusaha mengembalikan kekondusifan kawasan tersebut, dari isu penculikan anak.

Sementara itu, Kapolsek Sijuk Iptu Reynaldi Guzel juga mengaku sudah mendengar kabar penculikan itu. Mengetahui informasi tersebut, pihaknya langsung mengerahkan seluruh anggota untuk melakukan pencarian.

“Kita sudah mendegar isu itu. Hingga saat ini, korbannya belum lapor,” ujar Iptu Guzel. Bahkan, hingga saat itu, polisi masih menelusur sumber informasi penculikan anak-anak di Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk.

Bahkan, dari Polsek Sijuk sudah mengerahkan Bhabinkamtibmasnya untuk melakukan sosialisasi bentuk himbauan kepada masyarakat agar menjaga anaknya. Sehingga, tidak terjadi aksi penculikan orang di Belitung.

Iptu Guzel meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan isu-isu yang beredar di media sosial. “Sekali lagi saya tegaskan, jangan percaya isu-isu itu. Sehingga menganggu ke kondusifan masyarakat,” pinta Guzel. (kin)