Hendak Melaut, Bustami Diserang Buaya

by -

*Kedua Kaki Digigit dan Mendapat 100 Jahitan

TOBOALI – Bustami (55), tak pernah menyangka jika dirinya bakal diserang seekor buaya di perairan pangkalan Teluk Serdang, Rabu (18/3), sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, warga Dusun Limus, Desa Serdang ini berniat mengambil perahu yang diparkir sekitar 10 meter dari bibir pantai. Akibat peristiwa tersebut, Bustami terpaksa harus dilarikan ke Puskesdes dan mendapat 100 jahitan.
Ketua Rukun Nelayan HNSI Dusun Limus, Desa Serdang, Rizal membenarkan kejadian tersebut. “Benar. Korban berontak dan berteriak, kedua kakinya digigit buaya. Mungkin karena banyak nelayan juga saat itu dan berteriak, buaya pun lari. Korban langsung diangkat nelayan ke darat yang saat itu air setinggi paha,” kata Rizal menjelaskan.
Korban langsung dilarikan ke Puskesdes setempat dan mendapat jahitan 100 lebih. Kejadian ini sambung Rizal merupakan kejadian kali kelima. Yang mana peraian pangkalan Teluk Serdang itu setiap hari menjadi tempat mangkal nelayan setempat. “Kejadian ini sudah sering, belasan buaya memang sering dilihat nelayan sini. Buaya-buaya itu sudah mengancam nelayan tapi mau bagaimana lagi, kalau ngak melaut cari ikan mau makan apa kami. Untuk itu saya minta pemerintah bisa mencari solusi karena jangan sampai memakan korban,” tutupnya.
Hal serupa disampaikan Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka Selatan, Eriyanto Erik Mika. Ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten merespon keinginan mereka dengan mengambil tindakan cepat mencari solusi terbaik. “Nelayan Dusun Limus, Desa Serdang merasa resah, lantaran di wilayah mereka masih ada kawanan buaya yang kerap mengancam keselamatan mereka. Kalau melihat dari ukuran buaya, masih ada jenis lainnya yang lebih besar dari buaya tersebut,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Ayi ini menambahkan, mewakili keinginan warga nelayan setempat. Dirinya meminta Pemerintah Kabupaten dapat memperhatikan dan menanggapi permohonan masyarakat, dengan mengambil tindakan cepat sehingga tidak lagi membahayakan nelayan, karena sebagian besar masyarakat bekerja sebagai nelayan tradisional.
“Atas kejadian serangan buaya ini tentunya menyisakan trauma yang sangat dalam bagi mereka. Diharapkan dapat menjadi pemikiran Pemerintah untuk menyikapi keinginan warga nelayan agar buaya yang berada di sekitar kawasan tersebut dapat segera di tangkap atau bagaimana jalan terbaiknya,” tukasnya.(bim)