Hingga Januari 2021, Polres Beltim Ungkap 12 Kasus Pidana

by -
Hingga Januari 2021, Polres Beltim Ungkap 12 Kasus Pidana
Konferensi pers pengungkapan 12 kasus tindak pidana di gedung Graha Patriatama Polres Beltim, Selasa (2/2).

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Polres Beltim berhasil mengungkap sebanyak 12 kasus tindak pidana hingga akhir Januari 2021. Keberhasilan pengungkapan kasus-kasus itu disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Graha Patriatama Polres Beltim, Selasa (2/2).

Konferensi persebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Beltim, Kompol Agus Handoko. Dia menguraikan sisa pengungkapan kasus dari tahun 2020 hingga Januari 2021. Untuk tahun 2020 sebanyak 4 kasus, tahun 2021 sebanyak 8 kasus.

Adapun pengungkapan kasus tahun 2020, yaitu 1 ilegal loging, 2 kasus pencurian dan 1 curanmor. Sedangkan untuk tahun 2021, yakni 1 kasus persetubuhan anak di bawah umur, 1 perjudian, 2 kasus pencurian, 2 kasus ilegal mining, dan 2 kasus penganiayaan.

“Kasus pencurian, berdasarkan LP tanggal 23 Desember 2020, tersangka IS (31). Tersangka dikenakan pasal 362 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun,” ungkap Kompol Agus Handoko di hadapan awak media yang hadir.

Kemudian, kasus Curanmor yang dilakukan oleh seorang perempuan inisial S (32). Tersangka dikenakan pasal 362 KUH Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun. Selanjutnya, kasus persetubuhan terhadap anak, berdasarkan LP/B-03/1/2021/Res Beltim, tanggal 12 Januari 2021.

“Untuk tersangkanya yaitu BN (19), CS (19), FR (19), dan A (19). Para ersangka terancam pasal Pasal 81 Ayat (2) UU RI No 17 Tahun 2016 dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,” ulas Wakapolres.

Selanjutnya Kompol Agus memaparkan kasus perjudian, dengan LP/A-O05/t/2021/Babel/ Res Beltim, tanggal 13 Januari 2021. Tersangkanya 2 orang perempuan yaitu DA Als AF (23) dan ER (32).

“Kedua tersangka terjerat Primair pasal 303 Ayat (1) ke-2 KUHPidana Subsidair pasal 303 BIS ayat (2) ke-1 KUHPidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 10 juta,” jelasnya.

Wakapolres juga memaparkan, kasus pencurian yang berdasarkan laporan tanggal 15 Januari 2021. Tersangka FJ (17), terjerat pasal 362 KUHPidana, dengan pidana penjara paling lam 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 900.

“Sementara kasus ilegal mining, berdasarkan laporan tanggal 15 Januari 2021. Tersangka IR (42), terjerat Pasal 89 ayat 1 huruf a dipidana dengan Pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp1.500.000.000. dan paling banyak Rp10.000.000.000,” terangnya.

Selain itu, juga terdapat kasus ilegal loging, berdasaran laporan 18 Februari 2020. Tersangka adalah YZ (44) dan AS (40). Kedua tersangka hingga saat ini masih berstatus buron alias DPO (Daftar Pencarian Orang). (dny)