Hok Lo Pan Akan Dipatenkan

by -

*Janji Gubernur Usai Pemecahan Rekor Muri

foto A
REKOR DUNIA : Martabak atau Hok Lo Pan 2,5 meter berhasil memecahkan Rekor MURI dan dunia, kemarin (12/4). Foto : Adit/Radar Bangka

PANGKALPINANG – Hok Lo Pan atau Martabak khas Bangka akan segera dipatenkan. Hal ini merupakan janji Gubernur Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi saat memberikan sambutan pada pemecahan Rekor MURI Martabak terbesar, di ALun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang, kemarin (12/4).
Dikatakan Rustam, selama ini Babel lalai untuk menjaga kuliner khas tersebut. Sehingga, dia memberikan apresiasi kepada pemberi ide atas terselenggaranya acara tersebut. “Saya sangat memberikan apresiasi yang tinggi atas terlaksanakan acara ini, karena ingat martabak selalu indentik dengan Bangka. Tapi selama ini kita lalai untuk menjaganya. Saya rasa itu tidak terlambat untuk mempatenkannya setelah hari ini dipecahkan rekornya,” tegasnya.
Dia menambahkan, timah tidak bisa terus diandalkan. Untuk itu, mengantisipasinya adalah salah satunya dengan pariwisata. “Sekarang Hok Lo Pan ini bisa menjadi salah satu ikon wisata kita. Mari kita patenkan jika martabak ini adalah milik kita dan harus hadir disetiap even-even dan pertemuan,” harapnya.
Walikota Pangkalpinang Muhammad Irwansyah, berjanji akan mematenkan Hok Lo Pan menjadi kuliner khas Bangka. “Setelah mendengar ide yang disampaikan panitia ke kita beberapa waktu lalu, saya langsung meresponnya, karena memang kita ingin mengangkat kearifan lokal kota kita. Dimana Hok Lo Pan menjadi kuniler khas kita. Kami akan patenkan ini, bila perlu kita buat perda, kami akan lakukan segalanya untuk kebaikan kota yang kita cintai ini,” ujar, Irwansyah.
Manager MURI Ngandri menjelaskan, martabak 2,5 meter yang dibuat tidak hanya memecahkan rekor MURI saja melainkan juga rekor dunia. “Awalnya, acara ini hanya memecahkan rekor MURI saja, namun sayang sekali martabak Bangka yang tadinya direncanakan memecahkan rekor Indonesia, ternyata memecahkan rekor dunia,” katanya.
Sementara Ketua pengarah kegiatan, Achmad Subari mengatakan, terselenggaranya acara tersebut berkat dukungan penuh masyarakat Pangkalpinang dan sejumlah pengusaha yang telah mensponsori kegiatan. “Kami sangat tereyuh ketika martabak terbesar di Indonesia dipecahkan rekornya oleh Tegal, sedangkan martabak adalah kuliner khas Bangka. Sehingga para komunitas Hok Lo Pan bersama kami berkumpul membicarakan hal ini, dari situ terbentuk ide itu dan bisa seperti hari ini. Setelahnya kita laporkan ke walikota, Alhamdulillah disambut baik,” ujar Subari, dalam sambutannya.
Loyang atau wajan yang digunakan untuk mencetak Hok Lo Pan dengan ukuran 2,5 meter itu, jelas Subari akan dijadikan ikon kuliner Bangka. “Loyang ini nantinya akan kita jadikan Tugu Hok Lo Pan sebagai ikon wisata kulier kuliner kita. Tugu itu akan kita letakan di titik nol kota Pangkalpinang tepatnya di depan Kantor Pos Pangkalpinang. Ini merupakan momen yang sangat berarti,” tandasnya.
Subari juga menjelaskan, kegiatan ini juga bertujuan untuk pemicu semangat pengusaha-pengusaha di Bangka Belitung ini untuk lebih semangat lagi mengangkat ke ajang nasional. “Pembuatannya juga tidak tanggung -tanggung, bahan yang digunakan menggunakan produk terbaik yang sudah terpercaya,” ungkapnya.
Juin, Koordinator sales Tepung terigu Segita Biru Bogasari mengatakan tepung terigu Segita Biru Bogasari merupakan bahan utama yang digunakan dalam pembuatan ini, karena sudah terpercaya di dunia. “Kita merupakan produk unggulan nomor satu di Indonesia bahkan di dunia. Kita juga akan mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, karena selain menciptakan rekor MURI juga memperkenalkan produk kita kepada Masyarakat,” pungkasnya.(cr61/zul)