Honorer DPRD Babel Dibekuk

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

MENDOBARAT – Satnarkoba Polres Bangka terus menunjukkan taringnya. Usai membekuk bandar dan pengedar sabu. Kini giliran pengedar, kurir dan pemakai ganja yang diamankan. Satu dari tiga tersangka yang ditetapkan pun ternyata berstatus honorer di DPRD Babel.
Kasat Narkoba Polres Bangka AKP Joni Hartono mengatakan, pengungkapan ini menyusul keresahan masyarakat akan peredaran narkoba di Desa Kace, Mendobarat. Berbekal informasi tersebut, Polsek Mendobarat dan Polres Bangka melakukan penyelidikan. Didapat, seseorang atas nama Ali Sumirat, warga Gang Blubur, Desa Kace Mendobarat berada di pinggir jalan, Minggu (8/2) sore sekitar pukul 17.30 WIB.
Akan hal tersebut, petugas langsung melakukan pemeriksaan. Dari tangan pria 37 tahun itu didapat 4 paket ganja kering yang dibungkus menggunakan koran. Menurut keterangan tersangka, barang tersebut merupakan pesanan rekannya yang saat itu sedang menunggu di rumahnya. “Saat kita geledah, kita menemukan barang bukti berupa 4 paket ganja yang baru saja ia beli dari seseorang yang tinggal di Pangkalpinang. Paketan ganja itu merupakan pesanan temannya,” ungkap Joni.
Tak ingin buruannya lepas, petugas langsung melakukan pengembangan di kediaman tersangka. Disana petugas mendapati Arif Jatmiko (33) warga Air Hitam, Pangkalpinang. Tak pelak saat itu juga Arif langsung diringkus tanpa perlawanan oleh petugas. “Saat kita menuju kediaman tersangka, disana kita mendapati Arif Jatmiko yang memesan ganja tersebut. Saat itu juga tersangka Arif kita ringkus,” tambahnya. Berhasil meringkus dua orang tersangka, polisi pun melakukan pengembangan. Berdasarkan pengakuan tersangka Ali yang merupakan Honorer di DPRD Provinsi Babel ini, barang haram tersebut ia beli dari Ricky yang tinggal Parit Lalang, Pangkalpinang.
Tak menunggu esok hari, petugas sekitar pukul 23.00 WIB langsung melakukan penggerebekan di kediaman Ricky. Disana petugas mendapati 1 linting ganja siap pakai serta 1 am ganja yang dibuang oleh tersangka di samping rumahnya. “Atas perbuatannya, ketiga tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman di 12 tahun penjara,” tegas Joni.
Sementara itu Ali mengaku dirinya disini bukan bertindak sebagai pengedar. “Ku bukan pengedar bang. Ku cuma beliin untuk kawan ku bai. Karna die yang mesen, jadi ku beli. Dapat untung make jadi la bang,” aku pria yang telah memiliki dua orang anak ini. Ali juga mengaku dirinya mengkonsumsi barang haram tersebut sejak tahun 2010 yang lalu. Lantaran sempat ditegur oleh istrinya, membuat dirinya berhenti sejenak lalu mengkonsumsi ganja kembali. “Dulu a sempet istirahat. Karena kawan datang jadi ku make agik dan beliin untuk jorang. Ku pakai ganja biar pacak ngeflay,” pungkasnya.(rif)

Baca Juga:  Aksi Demo Nelayan Harus Diakomodir

Rate this article!
Tags:
author

Author: