HPN 2021, Pers Harus Tetap Kritis

by -
HPN 2021, Pers Harus Tetap Kritis
Foto ist

belitongekspres.co.id, JAKARTA – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 diharapkan mampu membawa perubahan positif. Wakil rakyat menaruh harapan, pers bisa berdiri netral di tengah. Tetap kritis, objektif dan profesional sebagai pendorong energi positif bagi masyarakat yang sangat melek terhadap informasi.

Anggota Komisi III DPR RI Rudy Mas’ud mengatakan, pers harus berdiri tegak di tengah-tengah perubahan jaman. Dengan tetap menyajikan arus informasi yang bisa melahirkan generasi yang sehat dan cerdas.

Ia beranggapan, maraknya berita hoaks dan ujaran kebencian di era kebebasan pers sekarang ini harus pula dilawan dengan menggencarkan berita-berita yang positif. “Kita butuh pers yang tetap kritis, objektif dan profesional sebagai pendorong energi positif bagi masyarakat yang sangat melek terhadap informasi,” terangnya.

Menurut politisi Fraksi Partai Golkar ini, kehadiran pers sangat dibutuhkan dengan perspektif yang jernih dan aktif melawan hoaks di tengah pesatnya arus penyebaran informasi yang tak terbatas saat ini. Pers bertanggung jawab secara moral dalam melahirkan generasi yang sehat dan cerdas. Pers juga harus bisa menjaga marwah independensi.

Ia melanjutkan, saat ini media konvensional dihadapkan pada tantangan perubahan ke era digital. “Hanya ada dua kemungkinan, media tersebut akan mati tergerus arus digital, atau survive dengan karya jurnalistik yang inovatif, kreatif dan bergaya masa kini,” jelasnya, Senin (8/2).

Terlebih, media konvensional seperti koran dan majalah di masa pandemi Covid-19 sekarang ini tetap mampu bertahan dengan menyajikan berita baik dan bernas. Demokrasi yang tumbuh baik di Indonesia seperti saat ini tetap membutuhkan Pers sebagai penopangnya. Masyarakat pun tetap menjadikan pers sebagai media informasi yang mencerahkan di tengah gempuran media sosial (sosmed) yang agresif.

Terpisah, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin berharap di peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dan milad Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-75 di tengah pandemi Covid-19, pers terus berkontribusi mengawal demokrasi.

Termasuk membantu pemulihan ekonomi melalui informasi yang membangun demi kemajuan bangsa. “Pers harus selalu menyampaikan informasi yang objektif, membangun, dan mengedukasi masyarakat. Pers harus dapat membantu program pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran COVID-19 melalui pemberitaan edukasi di tengah masyarakat,” bebernya.

Azis menjelaskan, pers di era reformasi manjadi salah satu pilar demokrasi setelah lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Sehingga, Azis berharap pers merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia saat ini dalam melakukan fungsi kontrol terhadap pemerintah. “Kita harapkan pers dapat menciptakan kualitas demokrasi yang lebih baik dan terus memperhatikan prinsip etika jurnalistik” ujarnya.

Ia juga mengharapkan pers dapat menangkal informasi hoaks yang marak terjadi di sosial media mengenai Covid-19. Misalnya soal vaksin. Ia menekankan, pers sejatinya dapat meluruskan mengenai hoaks tersebut. Pers harus dapat menjadi penyambung informasi yang baik kepada masyarakat.

“Semoga seluruh insan pers dapat melakukan aktivitasnya dengan selalu menjaga kesehatan dan imun tubuh dengan menerapkan protokol kesehatan. Karena kita harus selalu ingat, bahwa keluarga menanti di rumah” tandasnya. (khf/fin)