Hukum Mati Pengedar Narkoba

by -

*Kata Anton Medan, Karena Rusak Moral hingga Kematian

MANGGAR – H. Ramdhan Effendi yang lebih dikenal dengan nama Anton Medan menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan hukuman mati bagi pengedar narkoba. Menurutnya, narkoba telah membawa kerusakan moral hingga kematian pengguna akibat kecanduan.

“Secara pribadi saya mendukung hukuman mati pengedar Narkoba, tapi sebagai ustadz tidak,” ujar Ustadz Anton saat ditemui Belitong Ekspres, bersama pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kabupaten Beltim yang akan dilantik, Senin (23/2) siang kemarin.

Menurut Anton, narkoba lebih jahat dari pembunuhan serta tidak memandang status sosial. Hal ini dibuktikan dengan fakta angka kematian yang mencapai 50 orang perhari.

“Jangan bicara soal hak azasi manusia (hukuman mati, red), karena pengaruhnya bagi negara luar biasa,” tegasnya.

Anton mencontohkan sejarah perang candu yang membuat China memberikan kompensasi penguasaan atas Hongkong selama 100 tahun kepada Inggris.

“Ini bukti bahwa narkoba lebih jahat. Bahkan, pertikaian politik saat suku Mancu berkuasa, dapat diredam dengan melegalkan candu sebelum akhirnya dimusnahkan. Akibatnya, China memberikan kompensasi 100 tahun kepada Inggris,” urainya bercerita.

Ditambahkan Anton, dari sebanyak 476 lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia seharusnya hanya menampung 92 ribu orang. Kenyataannya, lapas dihuni 127 ribu orang dengan kejahatan narkoba paling mendominasi.

“Kenapa sampai bisnis narkoba bisa dijalankan dari dalam lapas, Salah satunya dikarena penggunaan handphone. Selain itu banyak faktor lain, salah satunya lapangan pekerjaan. Bayangkan kalau sampai ada ibu rumah tangga yang rela menjadi pengedar,” ujarnya.

Anton Medan, kepada harian ini bukan hanya bercerita tentang hal narkoba, namun ia juga banyak bercerita tentang kehidupannya yang mungkin semua orang tahu bahwa dirinya mantan napi dengan segudang kejahatan yang dilakukannya, hingga bercerita tentang perubahan 180 derajad yang menjadikan dirinya seorang ustad seperti saat ini.

Sementara itu, kedatangan Anton Medan ke Beltim adalah untuk memberi ceramah agama sekaligus menghadiri pelantikan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kabupaten Beltim, Selasa (24/2) pagi ini, yang akan di laksanakan di gedung auditorium Zahari Mz komplek perkantoran Beltim. Perlu diketahui kehadirannya pada saat pelantikan PITI Beltim, juga merupakan Anton Medan sebagai Ketua Umum PITI Pusat. (feb)