HUT Ke 75 RI, Narapidana Belum Ada yang “Merdeka”

by -
HUT Ke 75 RI, Narapidana Belum Ada yang "Merdeka"
upati Belitung saat menyerahkan berkas remisi ke salah satu narapidana yang hadir di Upacara kenaikan Bendera. (ist)

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pada moment HUT ke 75 RI tidak ada narapidana yang bebas, meskipun mereka mendapatkan remisi (potongan masa tahanan). Penyerahan remisi ini, secara simbolis dilaksanakan di Kantor Pemda Belitung, Senin (17/8) kemarin.

SK Remisi Umum dari Menkumham diserahkan Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), kepada Kalapas Kelas IIB Tanjungpandan Romiwin Hutasoit, SH, MH. Setelah itu, Sanem menyerahkan ke perwakilan narapidana usai upacara bendera.

Romiwin Hutasoit mengatakan, ada sebanyak 107 warga binaan mendapat remisi. Masing-masing ada yang mendapat remisi satu bulan. Bahkan ada juga yang mendapatkan remisi selama lima bulan.

“Untuk rinciannya, remisi satu Bulan sebanyak 35 Orang. Dua bulan sebanyak 10 orang. Tiga bulan sebanyak 19 orang. Empat bulan sebanyak 21 orang, lima bulan sebanyak 20 orang dan enam bulan sebanyak dua orang,” kata Romiwin.

Tidak adanya narapidana yang bebas pada peringatan HUT RI ke 75, membuat Lapas Kelas IIB Cerucuk masih overload. Tempat yang seharusnya diisi oleh 121 orang, kini masih terisi 177 orang. Belum lagi yang masih berada di Polres dan polsek yang ada di Belitung dan Beltim.

“Setelah dilakukan verifikasi, napi yang ada di Lapas Kelas IIB Cerucuk tidak ada yang menerapkan remisi umum tahap dua. Sehingga tidak ada yang bebas pada saat 17 Agustus. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang beberapa narapidana bebas setelah dapat remisi. Namun tahun ini tidak ada,” tukasnya.

Romiwin menambahkan, meskipun kondisi lapas sudah melebar kapasitas, namun suasana keamanan di tempat tersebut bisa dikatakan kondusif. Tidak hal-hal yang tak diinginkan di tempat warga binaan ini.

“Sejauh ini tidak ada kendala. Kondisi lapas tetap aman. Untuk keamanan, anggota juga memperketat pengawasan. itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (kin)