Hutan Gambut Desa Buding Terbakar

by -

 

*Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, Api Sulit Dipadamkan

fto A.

ket foto : Kabut asap akibat terbakar lahan gambut di wilayah Desa Buding Kecamatan Kelapa Kampit, mengganggu jarak pandang pengendara. Inset foto mobil Pemadam Kebakaran yang berusaha menjinakkan api.

MANGGAR – Hutan gambut di sekitar wilayah Desa Buding Kecamatan Kelapa Kampit Belitung Timur (Beltim) Kamis (15/10) lalu terbakar. Akibatnya, kabut asap kebakaran tersebut sempat mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas.

 

 

Kepala Desa Buding, Mardini saat dikonfirmasi Belitong Ekspres membenarkan jika hutan gambut di sekitar jalan wilayah desanya terbakar.Kebakaran hutan gambut terjadi sejak Kamis (15/10) hingga Jumat (16/10) kemarin.

 

“Hingga kini masih sulit untuk dipadamkan. Karena itu kami menghimbau kepada para pengendara yang melintas agar berhati hati, karena jarak pandang yang terhalang,” ungkap Kades Buding, Mardini, Jumat (16/10) kemarin.

 

Lahan gambut yang terbakar meluas hingga dua hektar sulit untuk dipadamkan, meski hujan sudah turun beberapa waktu lalu. Beruntunglah, ujar Mardini, kebakaran tersebut tak ikut menghabiskan perkebunan kelapa sawit yang tak jauh dari kebakaran gambut itu.

 

“Hingga kini belum diketahui siapa atau dari mana api berasal. Saya berharap kepada masyarakat agar tidak dengan sengaja membakar lahan gambut yang dimaksud,” ujarnya.

 

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Beltim melalui Kasi Pembinaan Umum & Penanggulangan Kebakaran (PUPK), Heryono, mengaku ikut memadamkan api. Pihaknya mengerahkan dua unit mobil Damkar yang diturunkan sejak Kamis (15/10) kemarin.

 

“Karena gambut yang tebal, maka kami pun kesulitan untuk memadamkan api. Dan asap pun hingga Jumat (16/10) kemarin masih nampak menyelimuti ruas jalan tersebut,” papar Heryono.

 

Bukan hanya terjadi di Desa Buding, kata dia, kebakaran hutan gambut juga terjadi di Desa Lenggang Kecamatan Gantung, dan hingga kemarin, asap pun sulit dikendalikan.

 

“Kami menghimbau kepada Masyarakat Beltim pada umumnya untuk tidak melakukan pembakaran lahan, meski ini sudah memasuki musim penghujan,”pintanya

(feb)