Hutan Kota Akan jadi Kebun Raya

by -

MANGGAR – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui pusat konservasi tumbuhan dan kebun raya Bogor, bakal digandeng Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) untuk pengembangan hutan kota menjadi kebun raya.

Salah satu hutan kota yang dianggap layak adalah kawasan hutan kota Tebat Gadong. Berada tidak jauh dari kompleks perkantoran Bupati Beltim, hutan kota Tebat Gadong memiliki luas sekitar 96 hektar.

Pihak LIPI sangat tertarik karena memang lokasi hutan kota Tebat Gadong memang berada dalam kota. Jika terealisasi, status hutan kota tersebut akan ditingkatkan menjadi kebun raya melalui Peraturan daerah.

“Pemkab Beltim berencana bekerjasama dengan LIPI melalui pusat konservasi tumbuhan dan kebun raya bogor. Kerjasamanya pengembangan hutan kota menjadi kebun raya. Sudah kita usulkan ke LIPI, hutan kota Tebat Gadong,” ungkap Kepala Dinas Cipta Karya dan Pertamanan Beltim, Mathur Noviarsyah, Jum’at (20/3) akhir pekan lalu.

“Rencananya dalam waktu dekat, kepala pusat konservasi tumbuhan dan kebun raya bogor, akan berkunjung ke Beltim,” lanjut Mathur.

Dijelaskannya, menjadikan kawasan hutan kota sebagai kebun raya adalah program pemerintah pusat yang menginginkan adanya kebun raya di seluruh wilayah Indonesia. Namun, penetapan kawasan yang dijadikan kebun raya harus mewakili karakteristik suatu wilayah.

“Pemerintah pusat mempunyai program, untuk membangun dan mengembangkan kebun raya di seluruh wilayah Indonesia. Sekarang sudah ada Kabupaten, Provinsi yang mendapat alokasi program dan dana untuk pengembangan itu,” jelasnya.

Menurut Mathur, hutan kota Tebat Gadong memiliki karakteristik hutan Bangka Belitung. Beragam jenis tumbuhan ada di hutan kota Tebat Gadong dan mewakili karakteristik Bangka Belitung yang dikenal dengan hutan Krangas.

“Kita (hutan kota Tebat Gadong, red) dinilai bisa mewakili karakteristik hutan yang ada di Babel. Kita di Babel ini terkenal dengan hutan Krangas. Kalau bisa dikembangkan menjadi kebun raya, salah satunya bisa mewakili karakteristik hutan di Babel,” paparnya.

Kebun raya, kata Mathur, memiliki banyak manfaat. Seluruh aktifitas yang berkaitan dengan jasa lingkungan, dapat dilakukan di dalam kawasan kebun raya.

“Bukan hanya konservasi flora fauna, tapi bisa juga kegiatan yang berhubungan dengan jasa lingkungan. Misalnya pariwisata, rekreasi, sebagai sarana pendidikan, sarana untuk studi-studi yang berkaitan pelestarian alam. Seperti kebun raya Bogor, ada outlet untuk produk UMKM yang dikelola berdasarkan sumber daya di kebun raya,” urainya.

Mengenai status kawasan dan lahan hutan kota Tebat Gadong, Mathur mengaku pihaknya telah menyampaikan ke Desa dan Camat tentang keberadaan hutan kota. Atas dasar tersebut, pihak Desa maupun Kecamatan diminta menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan budidaya dalam kawasan.

“Ini sudah disampaikan ke Kades, Camat bahwa di Desa Padang ada kawasan yang kita alokasikan untuk fungsi hutan kota. Pemerintah memang belum melakukan sertifikasi, tapi diminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan budidaya dalam kawasan yang ditetapkan menjadi hutan kota,” tandasnya. (feb)