Huzarni Resmi Gugat Rustam Ke PTUN

by -

PANGKALPINANG- Mantan Penjabat (Pj) Bupati Bangka Selatan, juga eks Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Huzarni Rani melalui kuasa hukumnya Secarfiandy, resmi melayangkan gugatan terhadap Gubernur Babel, H Rustam Effendi.

Gugatan terkait status nonjob Huzarni dilayangkan di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) Palembang, Senin (15/2) kemarin. Langkah PTUN, menurut Huzarni dipilihnya didasari dua prinsip yakni tanggung jawab moral terhadap masyarakat Bangka Selatan dan ingin meluruskan kebijakan Gubernur yang dianggapnya telah melenceng.

“Saya menempuh jalur PTUN karena tanggung jawab moral saya terhadap PNS Basel yang gajinya telat dibayar, dampak kebijakan sewenang-wenang Gubernur. Setiap peraturan harus sesuai dengan perundang-undangan tidak boleh seenaknya, seperti SK MPP (Masa Pengajuan Pensiun) harus berdasarkan permintaan saya. Karena PP seperti itu, gubernur tidak bisa memberikan MPP, harusnya di SK itu harus dicantumkan MPP,” tegas Huzarni didampingi Secarfiandy saat jumpa pers di Goni Cafe, Senin (15/2).

Adik mantan Gubernur Babel pertama ini menambahkan kebijakan Gubernur yang salah juga akan menguras kas daerah. Pasalnya, dengan di PTUN-kannya Gubernur akan menggunakan kas daerah untuk kebutuhan persidangan nantinya.

“Saya ingin menepis seolah saya dipecat karena bersalah. Kalau saya tidak mengajukan PTUN artinya saya memang salah, PTUN ini panjang menang tingkat pertama Gub bisa mengajukan lagi sampai ke MA, kalau Gubernur berjiwa besar akui kesalahan, karena sampai ke MA menguras kas daerah. Inikan Gub telah merugikan keuangan daerah, mestinya dari awal beliau harus paham, setiap keputusan harus  berdasarkan perundang-undangan, ini bukan mengelola perusahaan  ini pemerintah daerah. Ini bahaya kalau kedepan nanti Gubernur menganggap itu hal biasa,” beber Huzarni.

Ia juga menekankan bahwa langkah PTUN bukan karena dirinya “haus” kekuasaan, melainkan ingin memberikan pelajaran bagi Gubernur agar tidak semena-mena dalam mengambil suatu keputusan.

” Ini bukan kepentingan saya, karir saya sudah selesai saya sudah mpp, ini tanggung jawab moral saya. Dulu Pak Iskandar dulu dua kali menang tapi gubernur tidak mengakui kesalahan. Saya seharusnya seorang gubernur harus berjiwa besar karena ini memang murni kesalahan nya
Saya tidak ada maslah pribadi dengan bapak rustam efendi itu sahabat baik saya,” tegasnya lagi.

Kuasa Hukum Huzarni, Secarfiandy menuturkan, gugatan ini sesuai keinginan klien kami yang telah dinon aktifkan dari posisi yang semula melanggar SK BKN.

“Sejak nojob ada beberapa musyarawah yang telah kami sampaikan ke gubernur. Namun, dari upaya yang telah kita usulkan tetap ditolak apa yang telah dilakukan gubernur memang menyalahi aturan dan memang dirinya mengakui proses pemecatan tersebut tidak sesuai,” tegasnya.

Menurut Secarfiandy, jika merujuk aturan orang yang ditunjukan sementara tugas lamanya tetap. Untuk itu, langkah Gubernur menonjobkan Huzarni keputusan yang keliru.

“Dari 6 januari kita menjadi kuasa hukum dan mengharapkan gubernur dapat menarik kembali pencabutan sk tersebut. Hari ini kami memasukan gugatan secara ptun dan sudah dimasuk kan ke pengadilan ptun atas no perkara 11/6/2016/PTUN PLb,” paparnya.

“Pokoknya gugatan ini untuk membuktikan apakan yang telah dilakukan gub itu salah. Ini juga sebagai pembelajaran bagi pihak lain yang nantinya akan menjadi pemimpin jangan seenaknya, semenjak klien kami telah dipecat memang sengaja saya tidak menyuruh dia untuk bekerja,” bebernya.

Secarfiandy melanjutkan, pihaknya  berharap Gubernur bisa membatalkan SK karena tidak sah untuk dikeluarkan. Selain itu, juga disertai permohonan maaf langsung di media masa.

” Kita hanya menuntut untuk meminta maaf dimedia dan menggantikan kerugian yang telah ditimbulkan.
Perbuatan yang telah dilakukan gubernur sebelum klien kami memasuki masa pensiun pegawai itu salah, jadi ada dua pokok perkara yang akan kita perkarakan, yaitu SK tentang pemberhentian dari jabatan struktural di lingkungan provinsi dan 99 persen saya yakin menang 1 persennya hanya milik allah,” tutupnya.(Fiz)