IA-ITB Gelar Dialog Sinergi Untuk Maritim

by -

*Narasumber dari Sejumlah Menteri, Dihadiri Banyak Unsur

Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali…
Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga….
Bangsa pelaut armada militer……
Bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi Irama gelombang lautan itu sendiri. (Ir. Soekarno, 1953)

TANJUNGPANDAN-Dalam rangka mendorong pembangunan maritim, Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) akan menyelenggarakan Dialog Pembangunan sebagai bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional Ikatan Alumni ITB 2015. Dialog pembangunan ini mengambil tema “Alam sebagai Tontonan, Budaya sebagai Tuntunan: Mendorong Aksesibilitas Wilayah dan Akseptibilitas Masyarakat Daerah sebagai Mesin Pertumbuhan Indonesia”.
Dialog rencananya akan digelar, Sabtu, 14 Maret 2015, mulai pukul 09.00 hingga 13.30 WIB di Aston Hotel Belitung. Sejumlah nara sumber yang dipastikan datang yakni Menko Maritim Dwisuryo Indroyono Soesilo, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan dan Kepala Bappenas, Bapak Andrinof A. Chaniago yang masih dalam konfirmasi. Demikian rilis yang disampaikan Ketua IA-ITB Pusat  Sawalludin Lubis melalui Direktur Eksekutif Andi Wahyudi seperti rilis yang disampaikan ke Belitong Ekspres, kemarin.
Selain itu, akan tampil juga sebagai nara sumber, yakni; Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Bapak Rustam Effendi, Bupati Belitung Sahani Saleh, Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaja Purnama, Anggota DPD RI Bangka Belitung Tellie Gozelie, dan Budayawan dan Pegiat Ekonomi Kreatif, Andrea Hirata.
“Alam merupakan modal strategis yang jika memiliki aksesibilitas akan bermanfaat luas, begitu juga budaya akan menjadi modal penting jika mendapatkan akseptibilitas dalam roda pembangunan,’’ kata Andi Wahyudi.
Menurut Andi, visi Indonesia sebagai negara maritim sudah dimiliki oleh para founding fathers Bangsa Indonesia. Kesadaran maritim jauh sebelumnya telah menjadi kenyataan dalam sejarah, dimana Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat kegiatan maritim di wilayah Asia dan Kerajaan Majapahit menunjukkan keperkasaan bangsa Indonesia di bidang maritim saat itu.
“Ikatan Alumni ITB memandang bahwa semangat membangun Indonesia sebagai poros negara maritim perlu didukung oleh segenap putera-puteri bumi pertiwi. Oleh karena itu, Ikatan Alumni ITB, sebagai perkumpulan insan-insan yang memiliki keahlian di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, berkomitmen memajukan pembangunan maritim untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia,’’ paparnya.
Dijelaskan, bersama Ikatan Alumni ITB, dialog ini dihadiri oleh Pengurus Ikatan Alumni ITB seluruh Nusantara dan melibatkan pemerintah pusat maupun daerah, pelaku bisnis bidang maritim, profesional dan tokoh masyarakat Belitung.
Dari dialog ini, kata Andi, diharapkan dapat mendorong keseriusan pemerintah dalam mengerahkan modal dasar negara untuk percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan SDM. Selaiin itu, berkembangnya inisiatif masyarakat dengan kearifan lokalnya dalam memanfaatkan dan mengembangkan potensi alam dan budaya menjadi daya kreatif penggerak pembangunan. “Dan, pada akhirnya semua ini dapat menjadi epicentrum baru pertumbuhan ekonomi yang berbasis kelautan,’’ paparnya.
Andi menambahkan, dengan kehadiran berbagai pemangku kepentingan, akan menjadi langkah nyata visi membangun Indonesia sebagai poros maritim. Ini dapat dimulai dengan mendorong Belitung menjadi wilayah percontohan pembangunan kawasan maritim di Indonesia.
“Ikatan Alumni ITB berkeyakinan bahwa sinergi para pemangku kepentingan di bidang maritim merupakan kunci sukses menuju Indonesia sebagai poros maritim dunia,’’ pungkasnya.(ade/mg2)