IKK Indonesia Masih Rendah

by -

MANGGAR – Survei Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) Indonesia pada tahun 2016, didapati bahwa baru sekitar 34,17 persen konsumen Indonesia memahami hak-haknya. Padahal, IKK di 29 negara eropa tahun 2011 saja, telah mencapai angka 51,31 persen.

Papua masih terendah dengan persentase hanya 24,61 persen. Tertinggi diapresiasi oleh konsumen di DKI Jakarta dengan persentase 43,22.

Konsumen Indonesia masih berada pada tingkatan paham. Artinya konsumen Indonesia sudah mengenali dan memahami hak dan kewajibannya namun belum sepenuhnya mampu menggunakan untuk menentukan pilihan konsumsinya. Serta belum mampu memperjuangkan haknya sebagai konsumen.

Masih dari hasil survei, pengetahuan konsumen terhadap Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen terbilang rendah. Lebih dari separuh konsumen Indonesia tidak tahu Undang-Undang yang sejatinya melindungi mereka.

“70 persen masyarakat tidak tahu, sisanya 30 persen tahu. Tetapi dari angka 30 persen tahu, 52 persennya hanya pernah mendengar (UUPK, red),” ungkap anggota BPSK Kabupaten Beltim, Muchlis menirukan apa yang disampaikan Ganef Judawati selaku Direktur Pemberdayaan Konsumen pada Kementerian Perdagangan RI, saat mengikuti diklat terlait BPSK se Indonesia, Senin (30/5) di Jakarta.

Ganef kembali mengingatkan tujuan perlindungan konsumen. Pertama, terbangunnya konsumen yang lebih cerdas. Kedua, terwujudnya pelaku usaha yang bertanggungjawab. Ketiga, produk barang dan jasa yang beredar di pasar Indonesia semakin berkualitas.

Sayangnya, kata Muchlis, konsumen lebih memilih tidak melakukan pengaduan saat mengalami masalah saat membeli dan menggunakan barang atau jasa. Alasan utama konsumen tidak melakukan pengaduan adalah resiko kerugian tidak besar (37%), tidak tahu lokasi tempat pengaduan (24%) dan beranggapan prosesnya rumit dan lama (20%).

“Konsumen banyak juga yang melapor atau menghubungi kembali penjual produk/jasa. Untuk melapor ke BPSK, LPKSM itu baru sekitar 0,1 persen saja,” sebutnya.

Ia juga mengingatkan, agar Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) benar-benar memahami tugas dan kewenangannya. Salah satunya, memutuskan dan menetapkan ada atau tidaknya kerugian di pihak konsumen. (feb)