Ilegal Mining Terancam 10 Tahun Penjara

by -
Jpeg

Polisi menunjukkan barang bukti timah ratusan karung di Mapolres, Sabtu, pekan lalu.

*Bupati: Ada yang Mancing di Air Keruh

Jpeg

TANJUNGPANDAN-Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara menegaskan, polisi tidak main-main dalam kasus illegal mining (penambangan ilegal)  dan illegal loging (pembalakan liar). Karena itu, Polres me-warning (memberi peringatan,Red) kepada masyarakat agar tidak coba-coba melakukan dua tindakan, bahkan hingga penyelundupan. Sebab ilegal mining,  bisa dijerat Pasal 158 dan 161 Tentang Undang-undang Mineral dan Batu Bara (Minerba) dengan ancaman hukuman sepuluh tahun penjara.

“Penyelundupan itu jelas melanggar hukum. Jika ketangkap, maka akan kami tindak tegas. Jelas, ini juga merupakan perintah Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Yovianes Mahar,” ujar Kapolres kepada Belitong Ekspres, Sabtu (19/3) akhir pekan lalu, menyusul ditemukannya ratusan karung timah di Pantai Pendaunan, Tanjung Tinggi, Kamis (17/3) dini hari.

AKBP Candra Sukma Kumara menjelaskan, awalnya dia diinstruksikan oleh Kapolda Babel agar memberantas tambang ilegal di wilayah Polres masing-masing. Sebab, tindak penambangan ilegal selama ini dinilai tak memiliki rasa tanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan.

Kapolres mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus itu. Polisi saat ini memeriksa dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni pria beriniasl AN dan AC.

“Dari pengakuan pelaku membenarkan barang itu miliknya. Alasan menaruh ratusan timah itu di pantai lantaran, agar dapat mengelabuhi petugas. Barang itu, rencana dikirim ke Singapura,” kata Akpol lulusan 1995 ini.

Kapolres menambahkan, ratusan timah diduga ilegal tersebut, saat ini sudah diamankan di Tahanan dan Barang Bukti (Tahti,red) Mapolres Belitung. “Jumlah keseluruhan barang bukti yang diamankan, sebanyak 158 karung. Tiap karung ada yang beratya 25 hingga 40 kilogram. Perkiraan berat keseluruhan 4 ton, dan jika di uang-kan sebesar, Rp 400 juta,” ungkapnya.

“Atas perbuatannya kedua pelaku akan dijerat Pasal 158 dan 161 Tentang Undang-undang Mineral dan Batu Bara (Minerba) ancaman hukuman sepuluh tahun penjara,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Belitung Sahani Saleh, mengapresiasi kinerja kepolisian yakni Polres Belitung, yang mengagalkan penyelundupan timah di Belitung. Kata Bupati Sahani Saleh apa yang dilakukan oknum-oknum itu sangat merugikan Belitung.

Pria yang kerap disapa Pak Sanem ini meminta kepada Kapolres Belitung agar menintak tegas pelaku penyelundupan itu. “Ada-ada saja, baru saja kita menata sektor pariwisata menjadi andalan, malah ada yang berusaha memperkeruh dengan adanya aktifitas menyelundupan timah. Kita minta Pak Kapolres harus penjarakan mereka (pelaku,red),” kata Bupati Sanem.

Seperti diberitakan Belitong Ekspres, Sabtu (19/3) lalu, Jajaran Reskrim Polres Belitung berhasil mengamankan sebanyak 158 karung pasir timah, di Pantai Pendauanan Tanjung Tinggi dan salah satu gudang penyimpanan timah di Kawasan Sijuk, Kamis (17/9) lalu.

Ratusan karung itu hendak diselundupkan ke Singapura. Pasca penangkan itu, polisi menetapkan pemilik yang berinisial AC dan AN sebagai tersangka. Sedangkan salah satu pekerja masih sebagai saksi.(kin)