ilustrasi palu

by -

== pandangan==

Kajati Justru Sedih Lihat Babel?

PANGKALPINANG– Di antara alasan kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kajati Babel) yang baru, Happy Hadiastuti gencar melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) kelas kakap, salah satunya karena keprihatinan.  Menurut Happy, Babel yang kaya raya akan timah justeru bernasib tak menguntungkan.
“Saya prihatin sekali, Bangka Belitung yang punya kekayaan melimpah tetapi pembangunanya lamban,” ujarnya dalam sebuah perbincangan ringan baru-baru ini kepada awak media.
Happy katakan, diantara penyebab lambanya pembangunan itu salah satu akibat suburnya tingkat korupsi di kalangan pejabat pemerintahan.  Korupsi itu masif dan tak jarang justeru bermain mata dengan penegak hukum itu sendiri. “Makanya saya hadir di sini berupaya untuk dapat membawa faedah kepada daerah ini agar bisa lebih baik. Namun bilamana sampai ada anak buah saya justeru yang bermain dan membandel masyarakat harus laporkan pada saya,” tegas mantan Wakajati Banten itu.
Babel yang kaya raya ini, menurutnya tak layak masyarakatnya harus hidup susah.  Dimana pengangguran dimana-mana juga krisis listrik tak berkesudahan. “Makanya saya mengajak semua pihak baik itu pemerintah daerahnya, juga termasuk jajaran saya agar memperbaiki Bangka Belitung. Bangka Belitung harus baik jangan ada korupsi. Dengan begitu masyarakatnya tidak lagi hidup susah, dan pembangunan daerahnya bisa lancar,” harap mantan Aspidum  Kejati DKI Jakarta itu lagi. (eza)