Imigrasi Siap Pantau WNA

by -

*Tak Segan Tindak Tegas dengan Mendeportasi

beltim-edisi-13-januari-2017-kepala-imigrasi---Copy
Eddy Erawan

TANJUNGPANDAN-Kantor Imigrasi Tanjungpandan Belitung siap melakukan pemantauan warga negara asing (WNA) di Pulau Belitung. Selain itu, soal data WNA, Kantor Imigrasi juga telah memiliki status dan keberadaanya serta aktivitasnya di wilayah Belitung maupun Belitung Timur.

“Keberadaan orang asing di Belitung sudah terdata. Mayoritas, WNA yang tinggal di Belitung bekerja di perusahaan sawit dan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suge, Pegantungan Belitung,’’ ujar Kepala Kantor Imigrasi Tanjungpandan Eddy Erawan melalui Kasi Wasdakim Parizah Ham, kepada Belitong Ekspres, di kantornya, Kamis (12/1).

Ketika disinggung mengenai dugaan WNA ilegal masuk ke Belitung, pria bertubuh kekar ini mengaku belum mengetahui soal itu. Meski begitu, dia akan terus melakukan pantauan dengan ketat di sejumlah titik Belitung, salah satunya di Bandara. Diketahui, bandara sebagai pintu utama masuknya WNA ke Pulau Belitung. Baik itu kunjungan untuk berwisata maupun tujuan lain seperti bekerja.

Mencegah lolosnya WNA Ilegal, dalam waktu dekat Kantor Imigrasi akan melakukan razia bersama instansi terkait seperti Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Polres dan Kodim 0414 Belitung. “Target utama WNA asal China,” tukas Parizal.

Dia berharap peran masyarakat dalam melakukan pengawasan dan pendataan WNA. Khususnya WNA yang tak melakukan prosedur yang benar dalam masuk ke wilayah RI, seperti tak dilengkapi dokumen resmi. “Jika masyarakat mengetahui adanya indikasi adanya pekerja asing yang bekerja di Belitung bermasalah dengan warga, harap lapor ke kami, kita akan tindaklanjuti,” pinta Parizal.

Kantor Imigrasi Tanjungpandan juga tak segan untuk menindak tegas dengan mendeportasi WNA Illegal yang berada di Pulau Belitung. Selain itu, Pihak Imigrasi juga akan ketat melihat kelengkapan dokumen WNA yang tinggal di Belitung. Di antaranya mengenai Izin Tinggal Sementara (ITAS), apakah masih berlaku atau tidak, kemudian haruskan diperpanjang sesuai kebutuhan dengan memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku tentang keimigrasian.

Ditambahkan, seperti soal WNA yang ditemukan oleh Pihak Imigrasi Tanjungpandan di wilayah Kampit Beltim, belum lama ini. Salah satu WNA asal Tiongkok diketahi ITAS-nya sudah kadaluwarsa sehingga yang bersangkutan harus segera mengurusnya sesuai aturan. “Kami saat ini sedang memproses kasus ini. Kami siap mendeportasi,’’ ungkap Parizal.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Belitong Ekspres dari sejumlah sumber terpercaya di Beltim menyebutkan, salah satu WNA yang ITAS-nya diketahui telah habis masa tinggalnya, hendak diurus oleh yang bersangkutan. Kabarnya, WNA ini akan urus ITAS-nya agar sesuai dengan aturan yang berlaku.(kin/feb)