Imlek 2566 Refleksi Budaya Tionghoa

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Berharap Keberkahan Untuk Seluruh Warga Masyarakat

foto A

Wakil Ketua MAKIN Beltim, Jimmy Tjong, saat melakukan persiapan Imlek. Foto diambil Imlek tahun 2014 lalu.

MANGGAR – Imlek adalah hari raya yang menandai pergantian kalender lama ke kalender China baru dan merupakan refleksi budaya bagi warga Tionghoa. Sebelum puncak perayaan, ada beberapa aktivitas yang menjadi tradisi.

Tokoh masyarakat Tionghoa yang juga Wakil Ketua MAKIN Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Jimmy Tjong mengatakan Imlek merupakan bagian dari refleksi budaya Tionghoa. Untuk kelancaran pelaksanaan ibadah warga Tionghoa  tersebut, biasanya Vihara Dharma Suci Manggar telah mempersiapkan diri berupa pembersihan di setiap sudut vihara dan persiapan berbagai kelengkapan peralatan sembahyang dan lainnya.

“Vihara Dharma Suci Manggar merupakan Vihara yang dikelola MAKIN Kabupaten Beltim. Tidak ada persiapan khusus dalam rangka menyambut perayaan Imlek. Kecuali berbagai kebutuhan untuk beribadah yang sedang disiapkan agar prosesi keagamaan berjalan lancar,” ungkap Jimmy, kepada harian ini, Selasa (17/2) kemarin.

Baca Juga:  PR Tata Ruang Administrasi Penetapan Batas Desa di Beltim

Menurut Jimmy yang juga Wakil Ketua DPRD Beltim ini, selain sembahyang syukur dan harapan, warga Tionghoa juga melaksanakan sembahyang leluhur di rumah masing-masing. Sembahyang ini dilakukan menghormati leluhur yang telah wafat. Sembahyang leluhur umumnya dilakukan seminggu sebelum Imlek.
Pada malam harinya, mereka berdo’a untuk harapan, kesempatan dan perjuangan yang baru agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Lalu pada malam ke delapan dalam kalender China, mereka akan melakukan sembahyang kembali.

“Malamnya persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita punya harapan baru, kesempatan baru dan perjuangan yang baru,” terang Jimmy.

Baca Juga:  Sambut Pekan Olahraga, Kajari Beltim Lepas Balon Udara

Di tahun 2015, pada penanggalan kalender Tionghoa sudah memasuki tahun 2566, tepatnya di hari terakhir bulan Februari kalender Masehi. Imlek, yang juga dikenal dengan festival musim semi, sudah dirayakan dua ribuan tahun yang lalu. Tradisi budaya ini menjadi warisan unik diberbagai belahan dunia karena etnis ini sudah menyebar melintasi batas-batas negeri.
Untuk itu, Jimmy berharap ditahun Kambing ini, akan membawa berkah untuk seluruh warga masyarakat Beltim pada khususnya, dan Pulau Belitung pada umumnya. Baik perkembangan bidang ekonomi dan pertambangan, pariwisata serta diikuti sektor lainnya, pertanian, perkebunan, dan perikanan.

“Intinya harapan saya, di Imlek tahun ini, akan menjadikan kabupaten ini menjadi lebih baik, masyarakat lebih sejahtera dan makmur,” tandas Jimmy Tjong penuh harapan. (feb)

Rate this article!
Tags:
author

Author: