Imlek Momen Mensucikan Diri

by -3 views

TANJUNGPANDAN – Tahun baru Imlek merupakan tahun baru dalam kalender penanggalan Cina. Biasanya, warga Tionghoa menganggap tahun baru Imlek sebagai titik permulaan dalam menentukan nasib dan kehidupan dalam satu tahun ke depan. Selain itu momen ini waktu yang tepat untuk mensucikan diri. Dengan harapan di tahun mendatang peristiwa-peristiwa negatif, tidak kembali terulang.

“Perlu masyarakat ketahui, imlek ini bukan hari raya agama. Tetapi tahun baru penanggalan Tionghoa. Umumnya, perayaan imlek identik dengan warna merah. Seperti amplop merah, lampion merah, baju baru warna merah, pernak-pernik merah hingga taplak meja yang kita guna warna merah. Karena warna merah ini melambangkan kemakmuran dan nasib yang baik,” ungkap Anggota Komisi III DPRD Belitung, Mintet saat dihubungi Belitong Ekspres, Senin (12/2) kemarin.

Dijelaskan Mintet, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan tahun baru Imlek sangat beragam. Terdapat berbagai tema umum di dalamnya, di antaranya perjamuan makan malam bersama orang tua dan keluarga serta penyulutan kembang api. Selain itu, ada pula yang memainkan Barongsai dan Tarian Naga.

“Sekarang ini kita harus bersyukur setiap penyambutan tahun baru Imlek sudah tanggal merah di kalender nasional. Bahkan ada sebagian sekolah memberikan toleransi liburnya ditambah selama dua hari. Sehingga diberi kesempatan dan waktu luang untuk berkumpul bersama keluarga. Terutama bagi anak-anak kita yang masih duduk di bangku sekolah,” katanya.

Menurut Mintet, masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000. Tepatnya saat Presiden RI Ke 4 Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur nasional.

“Atas kebijakan yang diberikan beliau (Alm. Abdurrahman Wahid) kepada kita, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih. Selain itu atas berkat beliau permainan barongsai dan tarian naga sudah bisa di tampil muka umum. Sebab, saat saya dulu masih sekolah, setiap tahun baru Imlek tidak libur. Harus minta izin dulu ke sekolah baru dikasih libur,” ujarnya.

Kata Mintet, menurut penanggalan Tionghoa, tahun baru Imlek 2569 menandai dimulainya tahun Anjing Bumi. Artinya tahun ini menunjukkan kelahiran orang obyektif, yang akan menyebarkan suara keadilan dan nasihat yang baik.

“Saya harap pada tahun baru Imlek ini semangkin mempererat tali silaturahmi. Semua elemen masyarakat saling berbaur dengan cara saling kunjung mengunjungi. Sehingga perayaan imlek ini tidak hanya dirasakan dari kalangan etnis Tionghoa saja, tetapi masyarakat umum lainnya. Sesama warga negara kita tidak boleh menutup diri,” pungkasnya.(wan)