Incinerator Puskesmas Manggar Tak Difungsikan

by -

kanan 1

Ket foto: Incinerator milik UPTD Puskesmas Manggar yang tak lagi difungsikan karena alasan biaya operasional.MANGGAR – Fasilitas kesehatan seperti Puskesmas wajib memiliki pembakaran sampah limbah kesehatan yang disebut insinerasi (Incinerator). Alasannya, limbah kesehatan berbeda dengan sampah rumah tangga jika dilihat dari dampak yang ditimbulkan. Dalam kamus disebutkan, Incinerator adalah pembakaran sampah bertemperatur tinggi.
Lalu bagaimana jika incinerator tidak berfungsi alias tidak dapat digunakan semestinya. Itulah yang terjadi pada Incinerator milik Puskesmas Manggar. Sejak terpasang tahun 2007, incinerator tersebut hanya beberapa kali digunakan oleh Puskesmas.
Tidak berfungsinya Incinerator puskesmas Manggar terungkap saat Komisi III DPRD Beltim melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Selasa (22/3) kemarin. Instalasi berbentuk cerobong kereta api itu, terlihat tidak terurus dan dalam kondisi rusak.
“Incinerator ini (pengadaan, red) tahun 2007 lalu, tapi karena biaya operasionalnya tinggi, tidak lagi sanggup digunakan,” ungkap Kepala UPTD Puskesmas Manggar, Linda ketika mendampingi Komisi III DPRD Beltim melihat fasilitas tersebut.
Sebagai perbandingan, penggunaan bahan bakar solar untuk sekali pembakaran memerlukan dua jerigen atau sekitar 40 liter. Bahkan, limbah jarum suntik bisa menggunakan lebih banyak liter solar untuk sekali pembakaran.
“Kita tidak mampu untuk operasionalnya, belum lagi harus ada tambahan listrik. Sampai sekarang tidak lagi difungsikan,” ucap Linda.
Menyiasati kendala tersebut, pihak UPTD Puskesmas Manggar memilih bekerjasama dengan RSUD Beltim. Limbah kesehatan yang dihasilkan, dikumpulkan dan dibawa ke RSUD Beltim untuk diproses insinerasi.
“Selama ini, limbahnya kita bawa ke RSUD. Paling kita belikan solar untuk di bakar disana. Sebab, limbah kesehatan tidak bisa ditanam atau ditimbun tetapi harus dimusnahkan,” sebut Linda.
Mengetahui kondisi tersebut, Ketua Komisi III DPRD Beltim Ardian mengatakan akan segera mencarikan solusi. Ia ingin, Incinerator bisa difungsikan kembali agar limbah kesehatan dari puskesmas Manggar bisa dimusnahkan secepatnya.
“Nanti kita lihat di DPA Dinas Kesehatan, apakah ada atau tidak dianggarkan untuk operasional incinerator,” tutupnya. Dari pantauan Belitong Ekspres yang juga ikut dalam Sidak kemarin, memang nampak alat tersebut sudah lama tidak difungsikan. Di sekitar Incinerator sudah nampak kotor dengan banyaknya dedaunan yang menghiasi alat tersebut. (feb)