Ingat, Ada Gerhana Matahari Total di Beltim!

by -

*Maret 2016 Momen yang Tak Terlupakan

MANGGAR-Kabupaten Belitung Timur (Beltim) boleh dibilang merupakan salah satu Kabupaten yang sangat beruntung. Pasalnya dari seluruh pulau dan Kota se Indonesia bahkan dunia, Beltim salah satu pulau yang akan dilewati oleh suatu fenomena alam, yang sangat ditunggu oleh seluruh masyarakat dunia. Tepatnya pada tanggal 9 Maret 2016 mendatang, yakni puncaknya fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT).

“Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016, mulai dilirik oleh wisatawan Internasional untuk menjadi ajang wisata Astronomi dunia,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) Beltim, Helly Tjandra yang dihubungi Belitong Ekspres, Sabtu (28/11) kemarin.

Fenomena astronomi langka akan melintasi wilayah Indonesia pada tanggal 9 Maret 2016, meskipun masih ada beberapa bulan kedepan, tapi persiapan untuk menjadi tuan rumah ini, sangat dan perlu disiapkan dari sekarang.

“Ini adalah ajang dimana kita akan, mempromosikan Beltim ke seluruh dunia, sebagai destinasi wisata Astronomi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, dan juga mempromosikan astronomi pada masyarakat khususnya anak-anak. Karena itu pra GMT kita juga akan adakan beberapa event kegiatan nantinya,” ujar Helly Tjandra.

Helly menjelaskan, bahwa sebelum adanya GMT, tentunya melalui dinas terkait juga akan melakukan sosialisasi dan penjelasan kepada semua sekolah dan anak anak pelajar, karena menurut Helly, sangat tidak diperbolehkan untuk melihat secara langsung, terjadinya GMT tersebut.

“Boleh kita melihat langsung, tapi dengan catatan, dan juga bisa menggunakan alat dan perlengkapan penglihatan langsung. Dan tentunya nanti akan dijelaskan,” jelas Helly.

Di Beltim khususnya akan ada beberapa tempat yang akan dipusatkan untuk melihat fenomena alam teresebut, diantaranya, di Pulau Buku Limau, Pantai Serdang, Pantai Tambak Kecamatan Damar dan khusus bagi tamu undangan dan juga pejabat akan dipusatkan di atas A1 atau dikediamanan Pak Bupati.

“Karena dengan background bangunan lama, mungkin akan lebih menarik, dan kita akan pusatkan di kediaman pak Bupati, serta ada dibeberapa tempat lainnya, diantaranya di Pulau Buku Limau, Pantai Serdang, dan Pantai Tambak Kecamatan Damar,” sambungnya.

Tentunya, lanjut Helly, sebelum dan sesudah adanya GMT di Beltim akan banyak kegiatan event yang bersifat nasional nantinya, dan ini merupakan bentuk dari nilai keberuntungan yang akan diraih. Karena dengan adanya GMT di Beltim ini, tentu wisatawan akan lebih mengenal tempat dan wisata kita (Beltim, red) dan ini patut disyukuri karena Kabupaten Beltim kembali akan diramaikan oleh waisatawan domestik, dan juga mancanegara bahkan para ilmuan dan pakar Astronomi dunia kemungkinan akan datang ke Beltim ini.

Helly juga menjelaskan, bahwa wilayah di Indonesia yang beruntung dilewati garis totalnya adalah Pulai Pagai Selatan, Muko-Muko, Lubuk Linggau, Prabumulih, Sikayu, Palembang, Kepulauan Bangka-Belitung, Pangkalan Buun, Sampit, Palangka Raya, Barito, Buntok, Amuntai, Balikpapan, Tanjung Tabalong, Tanah Grogot, Palu, Donggala, Poso, Pangimana, Kalora, Sigi, Panggai, Ampana Tete, Luwuk, Pulau Banggai, Ternate, Tidore, Sofifi, dan Maba, dan daerah lainnya diatas dari kepulauan Maluku.

“Untuk selain wilayah diluar tersebut tidak perlu kecewa karena seluruh wilayah Indonesia bisa menykasikan Gerhana Matahari Sebagiannya dengan intensitas cukup tinggi, dan tidak akan terlihat gelap seperti daerah yang dilintasi jalur totalnya mungkin hanya sedikit samar-samar atau mendung meskipun cuaca cukup cerah. Dan beruntunglah yang tinggal di jalur total karena bisa menyaksikan keindahan matahari tetutup semua oleh bulan, dan bagi yang ingin melihat sensasi kegelapan total harus berkunjung ke daerah jalur totalnya, terutama datanglah ke Beltim,” ajak Helly.

Pada nantinya diprediksi Gerhana Matahari sebagian akan dimulai sekitar pukul 06.30 WIB, dan baru pada pukul 07.22 WIB baru akan nampak GMT dan diperkirakan akan berjalan dan berdurasi selama 2 menit 10 detik. Dan Ini sangat penting untuk dipromosikan dimana GMT baru akan berulang lagi di Indonesia pada tanggal 20 April 2252 mendatang. Seperti kita ketahui sebelumnya juga pernah terjadi di Indonesia dan tentunya di Pulau Belitung yakni pada tahun 1983 silam. (feb)