Ingat! Ini yang Dilarang saat Debat

by -

KOBA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menegaskan dalam pelaksanaan debat publik yang digelar pada tanggal 01 Desember 2015 ini ada perubahan ketentuan yang harus ditaati oleh pasangan calon (paslon) dan pendukung yang dibawa serta dalam kegiatan debat tersebut.
Perubahan ketentuan ini menyusul diterimanya petunjuk teknis (juknis) terbaru dari KPU RI.
Komisioner KPU Kabupaten Bateng Divisi Hukum, Rusdi saat dikonfirmasi membenarkan adanya perubahan ketentuan dalam pelaksanaan debat publik tersebut. Perubahan yang dimaksud ini, pada saat gelaran debat publik, pendukung pasangan calon dilarang untuk membawa atribut paslon dan menyampaikan yel-yel selama berlangsungnya kegiatan debat.
“Perubahan mekanisme ini sesuai dengan juknis terbaru yang kami terima dari pihak KPU RI. Dalam juknis itu disampaikan masalah mekanisme debat publik tersebut,” ujarnya kepada Babel Pos, Selasa (24/11) kemarin.
Diungkapkan Rusid, dalam kegiatan debat ini ada 6 segmen acara yang dilaksanakan yang nantinya dipandu oleh seorang moderator, yakni Nizwan Zuhri dari dosen UBB. Adapun total alokasi waktu untuk debat ini sekitar 81 menit sesuai juknis terbaru yang diterima pihaknya.
“Untuk item yang akan ditanyakan kepada paslon, kami tidak tahu. Yang tahu item pertanyaan itu hanya moderator dan tim ahli saja,” ungkapnya.
Menurutnya, dari 6 segmen acara debat tersebut, ada 4 season debat dengan tema yang berbeda-beda. Season pertama membahas masalah masalah ekonomi, pertanian dan perkebunan; season kedua membahas masalah masalah pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik; season ketiga membahas masalah pariwisata, pertambangan dan lingkungan hidup; serta season keempat membahas masalah hubungan antar lembaga dan pemberantasan KKN.
“Alokasi waktu setiap season debat sudah ada dan berbeda-beda, tergantung tema yang dibahas,” imbuhnya.
Jika nantinya penjelasan calon melebihi alokasi waktu yang telah ditetapkan, diterangkan Rusdi nantinya moderator yang akan memutuskan, apakah akan dipotong sampai disitu atau tetap dilanjutkan penjelasan calon tersebut.
“Selain itu, moderator berhak untuk mengingatkan paslon maupun pendukung paslon yang melanggar tata tertib. Bahkan, berhak untuk mengeluarkannya jika dianggap menggangu tertibnya kegiatan debat,” terangnya.
Lebih lanjut disampaikannya, saat ini pihaknya sedang melakukan finalisasi persiapan debat publik ini bersama tim penghubung paslon, antara lain masalah mekanisme debat, jumlah pendukung yang boleh dibawa dan lain sebagainya.  “Hal-hal yang belum disepakati bersama tim penghubung, akan kita bahas dan sepakati dalam waktu dekat ini,” tandasnya.  (obh)