Ini Kata Basuri Polemik Ahok-DPRD DKI

by -

MANGGAR – Polemik antara Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok dengan seluruh anggota DPRD DKI Jakarta yang berujung pada rencana pemakzulan Ahok dari Kursi DKI 1 tersebut, mendapatkan tanggapan beragam. Dukungan untuk Ahok pun mengalir, baik dari warga, netizen, maupun dari Bupati Belitung Timur (Beltim) Basuri T Purnama.

Basuri, yang juga merupakan adik kandung Ahok, angkat bicara. Ia yakin dengan apa yang dilakukan oleh abangnya merupakan tindakan yang benar dan  beranggapan kisruh tidak akan terjadi jika masing-masing pihak mau jujur dan terbuka.

“Ya saya dukunglah, saya yakin apa yang dia (Ahok) lakukan itu memang yang benar. Kalau kita semua memposisikan kita dengan memposisikan dengan keterbukaan untuk membangun bangsa masalah ini dak perlu terjadi,” kata Basuri seusai menghadiri resepsi pernikahan salah satu pegawai Pemkab Beltim di Audirotium Zahari MZ, Komplek Perkantoran Pemerintah Terpadu Manggar, kepada wartawan, Minggu (1/3) kemarin.

Terkait kepribadian Ahok yang dianggap sering meledak-ledak, Basuri menilai hal itu tidak bisa dilepaskan dari karakteristik pribadi seorang pemimpin. Namun sepanjang itu untuk hal yang baik, Ia melihat tersebut masih bisa dimaklumi.

“Kalau masalah gaya memerintah segala macam, ya menurut saya itu kan karakter masing-masing. Tapi bagaimana yang kita pentingkan itu apa Santun, atau motong kepala orang, dan teriak-teriak tapi bekerja keras untuk membangun kepetingan rakyatnya,” tanya Basuri.

Orang nomor satu di Kabupaten Beltim ini tak menampik jika Ahok merupakan ‘korban’ dari kejujurannya. Meskipun begitu, Ia menyatakan jujur atau tidaknya seseorang sulit untuk diukur.

“Dia (Ahok) hanya ingin melakukan hal yang betul saja, kan gitu. Dia tidak bisa diam jika melihat ada yang tidak benar. Nah kalau kejujuran itu kan sulit diukur. Orang kan gak tau kamu korupsi apa tidak. Tapi bagaimana membuat suatu sistem yang transparan, nah itulah yang menunjukan kita jujur apa tidak. Kalau kamu ada kepentingan tersembunyi, kamu tidak akan berani untuk transparan. Kalau kamu ingin mendapatkan sesuatu yang tidak benar, pasti kamu akan sembunyi-sembunyi,” ujar Basuri.

Polemik antara Ahok dan DPRD DKI Jakarta yang berujung pada pengajuan hak angket terkait APBD 2015, telah menyita perhatian publik. Terlebih ketika Ahok mulai membeberkan munculnya “dana siluman” sebesar Rp 12,1 triliun melalui pembelian perangkat UPS (Uninterrupted Power Supply) untuk beberapa sekolah di DKI Jakarta. (feb)