Ini Salah Satu Tanda Kebangkitan Islam di Indonesia

by -
Berdoa di Masjid. Ilustrasi Foto: Dok JPNN.com
Berdoa di Masjid. Ilustrasi Foto: Dok JPNN.com

Firdha Setyorini tampak serius menyimak ceramah berema pintu surga bagi orang yang berpuasa, di Masjid ALatief Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (8/5) malam. Ceramah dilakukan salat tarawih.

Memang, dia tak puasa di hari itu karena sedang berhalangan. Namun karena keesokan harinya (9/5) dia sudah berpuasa, maka dia mengawali ibadah Ramadannya dengan salat tarawih.

“Sebenarnya aku enggak puasa. Tapi tadi ikut bukber (buka bersama) sama teman-teman di sini, jadi aku lanjut saja shalat isya, terus tarawih,” ujar Firdha yang datang ke Masjid ALatieF bersama dua orang rekannya itu.

Acara bukber di Pasaraya Blok M sore itu memang ide dari Firdha, sebab di sana memang banyak kafe dan restoran yang cocok untuk lokasi bukber. Letaknya pun tak jauh dari kantor Firdha di kawasan Blok M.

“Masjidnya nyaman sih, jadi habis makan bisa langsung tarawih ke sini. Kadang-kadang aku siang ke sini juga, ikut kajian sebelum ketemu klien,” lanjut Firdha yang berprofesi sebagai web designer itu.

BACA JUGA: Honorer K2 Kubu Prabowo Mengaku tak Paham, Pro Jokowi Bilang Jangan Berpikir Sesaat

Masjid kini memang bisa menjadi salah satu magnet bagi pusat perbelanjaan. Orang yang datang ke mal, terlebih pada Bulan Ramadan, seringkali mempertimbangkan mal mana yang punya masjid yang bagus untuk salat tarawih. Pengelola masjid maupun pusat perbelanjaan pun sudah melihat hal itu sebagai fenomena baru.

“Kami mencontoh Masjidil Haram. Orang datang ke sana niatnya untuk haji dan umroh. Tapi karena di sekitarnya banyak tempat belanja, orang juga akhirnya belanja,” kata Farouk Azam, Manajer Masjid ALatieF.

Menurut Farouk, kemudahan berbelanja online turut memengaruhi minat masyarakat untuk datang ke mal. Meski kunjungan ke tempat-tempat ritel sekarang cenderung menurun, namun jika mal tersebut punya masjid yang bagus, bisa jadi justru masjid tersebut yang akan mendatangkan pengunjung.

“Jadi jemaah itu banyak yang datang ke sini karena ingin sholat tarawih berjamaah, ingin ikut kajian. Nah sebelum atau setelah ibadah, mereka bisa belanja, bisa makan juga,” sambung Farouk.

Selain menggelar tarawih berjamaah setiap hari, Masjid ALatieF Pasaraya Blok M juga menggelar kajian rutin setiap Jumat hingga Rabu. Kajian dimulai pukul 10.30 WIB hingga waktu dhuhur. Kajian tersebut digelar rutin setiap hari, tak terbatas hanya pada saat Ramadan saja.

Kajian itu diisi oleh penceramah dari berbagai latar belakang. Beberapa di antaranya misalnya AA Gym, Mamah Dedeh dan Subki Al-Bughury.

Ada juga kajian yang diisi oleh dokter, psikolog dan perencana keuangan (financial planner). Sehingga, tema kajian itu meluas hingga ke berbagai aspek kehidupan, dipandang dari sudut pandang Islam.

Atas program yang dihadirkan Masjid ALatieF, ditambah kebersihan, kerapian dan kelengkapan fasilitasnya, Masjid ini meraih penghargaan pengelola masjid terbaik kategori mal dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) pada 2015 serta masjid terbaik di mal se-DKI Jakarta dari Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) pada 2016.

Masjid ALatieF sendiri tak hanya ada di Pasaraya Blok M, namun juga ada di Pasaraya Manggarai dan Hotel Ambhara Jakarta. Ketiganya dikelola di bawah manajemen yang sama.

Farouk berharap, dengan fasilitas dan program-program masjid dalam mal yang menarik, masyarakat semakin bergairah untuk memakmurkan masjid. Terlebih pada Ramadan ini, ada banyak keutamaan yang bisa didapat oleh umat Islam yang sering beribadah ke masjid.

“Orang datang ke masjid dalam mal bukan hanya memberikan sisa waktunya untuk sekadar salat di sela-sela aktivitas belanja, tapi memang niat utamanya untuk ibadah di dalam masjid di mal itu. Semoga ini menjadi pertanda yang baik kebangkitan Islam di Indonesia,” ucap Farouk yang juga alumni Al Azhar University Kairo itu. (rin)