Inilah SOP Protokol Kesehatan Resepsi Pernikahan Era New Normal di Belitung

by -
Inilah SOP Protokol Kesehatan Resepsi Pernikahan Era New Normal di Belitung
kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Belitung, Fedy Malonda.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Belitung anjurkan masyarakat yang menggelar pelaksanaan acara pada era “new normal” mematuhi SOP Protokol Kesehatan. Pelaksanaan acara tersebut seperti acara hajatan, resepsi perkawinan, khitanan dan sejenisnya.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Belitung, Fedy Malonda mengatakan, pihaknya telah menyusun SOP itu bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Untuk protokol kesehatan acara resepsi, ada 3 poin yang diwajibkan. Yaitu penyediaan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, penggunaan masker dan fhysical distancing.

“Nah, di lapangannya ada modifikasi, pintu tidak boleh hanya satu, tapi harus dua, jadi tidak ada kerumanan. Nah khusus untuk new normal ini, untuk makanan ini, mau makan di tempat boleh, dibawa pulang juga boleh, tetapi dianjurkan dibawa pulang,” kata Fedy Malonda kepada Belitong Ekspres, Selasa (23/6).

Selain itu, untuk adat bersalaman juga tidak perbolehkan dan jarak antara tempat duduk tamu harus dibatasi, minimal satu meter per tempat duduk. “Untuk tamu, kalau dia mau duduk silahkan, tapi kalau mau langsung pulang juga silahkan, jangan sampai ada kerumunan. Sedangkan untuk foto, itu dianjurkan untuk keluarga saja,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kata Fedy, sajian makanan yang diberikan ketika resepsi bahkan dianjurkan berbentuk makanan kemasan (nasi kotak), bukan berbentuk prasmanan yang biasa disajikan saat acara resepsi pernikahan.

“Makanan berupa nasi kotak ini dianjurkan. Kalau pakai itu (prasmanan) kan tahu sendiri, orang megang sendok berganti-gantian, itu kan rawan (rawan penyebaran wabah Covid-19),” sebut Fedy

Dia juga menyebutkan, resepsi pernikahan di Belitung ini berbeda dari adat di tempat lain. Contohnya di Pulau Bangka, sehingga ketetapan protokol kesehatannya pun berbeda penerapan. “Kalau di kita kan dak kayak daerah itu (Bangka) yang ngumpul satu acara, baru makan, minum di depan. Tapi kalau belitung kan dak seperti itu,” tukasnya.

Perbedaan ini memang cukup terlihat antara Belitung dengan daerah lain. Di mana bisanya jika di Belitung, tamu undangan yang hadir hanya akan menyalami mempelai dan setelah itu makan dan langsung pulang. Sedangkan di daerah lain biasanya tamu akan mengikuti seluruh susunan acara.

Di Belitung jumlah tamu undangan resepsi pernikahan di Belitung tidak dibatasi, tergantung dari kemauan tuan rumah. “Kita tidak membatasi undangan seperti daerah lain, namun durasi kegiatan maksimal 3 jam, tetap ada jaga jarak, dan petugas pengawas wajib ada,” katanya.

Kemudian juga untuk foto bersama dengan pengantin juga dianjurkan hanya dengan keluarga inti, dan tidak boleh menggunakan camera ponsel. Selanjutnya terkait izin menggelar acar resepsi pernikahan, kata dia hal itu ada di tingkat desa, hingga kecamatan. Namun bagi mereka yang ingin menggelar resepsi harus mengikuti protokol kesehatan.

“Launchingnya kan tanggal 1 Juli 2020 nanti new normal ini, ketika adanya era new normal ini, SOP ini dibuat karena adanya new normal ini,” pungkas Fedy Malonda (dod)

Editor: Yudiansyah